ZIS untuk ASN, Baznas Sebut Program Tersebut Sifatnya Insidental

  • Whatsapp
Abdul Hayyi, Sekretaris Baznas Lotim (kiri), dan Ketua Umum Rinjani Foundation, Zainul Muttaqin (kanan)./ Foto : M. Ragil Sopiyan Sauri/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Buntut Dari dikeluarkannya Zakat Infaq dan Sedaqah (ZIS) oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat.

Protes keraspun dilayangkan oleh ketua LSM Rinjani Foundation, Zainul Muttaqin. Ia menilai Baznas Lotim terkesan cari muka karena menurutnya niat yang baik, tindakan yang baik belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik.

“Hari ini saya tidak menduga Baznas cari muka, tapi saya menuduh mereka cari muka,“ tegasnya, Kamis, 23 Juli 2021.

Masih Kata Zainul, dirinya juga menyebutkan tidak ada pasal maupun ayat yang menerangkan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlilit hutang berhak mendapatkan status Gharimin, pun demikian di dalam kitab Tafsir juga tidak tertera.

“Coba lah tunjukkan Prestasi lewat hal-hal baik yang bukan bersifat menimbulkan Kontroversi di masyarakat,“ ujarnya.

Baca Juga

Menanggapi hal itu, Sekretaris Baznas, Abdul Hayyi mengaku menerima setiap kritikan dari masyarakat, terlebih lagi dari kalangan LSM karena menurutnya pro kontra yang terjadi di masyarakat bersifat membangun.

“Kami terima saja setiap kritikan dan menjadikan permasalahan tersebut sebagai evaluasi,“ ucapnya.

Hayyi juga menjelaskan, program tersebut bersifat insidental, artinya tidak rutin dilakukan setiap saat dan juga kegiatan tersebut merupakan respon dari gaji ke-13 dari PGRI yang memang minus.

“Jadi program tersebut tidaklah berkelanjutan, sifatnya insidental, mengingat aspirasi teman-teman PGRI yang gajinya minus direspon dengan program tersebut,“ jelasnya.

Lebih lanjut, Hayyi menyatakan, memang program tersebut diperuntukkan untuk ASN yang paling rendah golongannya karena mereka dikategorikan sebagai Gharimin yang termasuk dalam 8 asnap penerima zakat.

“Perlu diperjelas memang dari segi penghasilan ada, tetapi untuk mencukupi kebutuhan masih kurang, itulah yang masuk dalam program tersebut,“ tutupnya. np

Reporter : M. Ragil Sopiyan Sauri
Editor : Suandi Yusuf

Berita Terkait

Leave a Reply