Warga Montong Belae Keluhkan Bau Kotoran Ayam dan Lalat

  • Whatsapp
Proses Mediasi Antara Warga Desa Montong Belae dan Pemilik Kandang, Berlangsung di Kantor Desa Montong Belae./ Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Puluhan masyarakat Desa Montong Belae, Kecamatan Keruak, mendatangi kantor Desa setempat untuk menghadiri mediasi dengan pemilik kandang ayam potong yang selama ini dikeluhkan warga karena berada dekat dengan pemukiman warga, Senin, 21 Juni 2021.

Masyarakat sekitar mengeluhkan bau kotoran ayam dan lalat yang masuk ke dalam rumah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dalam mediasi tersebut, salah salah satu warga, Jainuri, mempertanyakan soal izin dari kandang tersebut karena menurutnya, kandang tersebut tidak ada izin.

“Ini adalah mediasi yang ketiga kali namun belum ada kejelasan. Kami minta supaya aktivitas di kandang itu dihentikan karena jaraknya dengan pemukiman hanya sekitar 50 meter, di samping tidak punya izin, warga sekitar merasa sangat terganggu dengan bau kotoran ayam, belum lagi banyaknya lalat yang masuk ke rumah-rumah warga,“ katanya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, setiap ada ayam yang mati selalu dibuang sembarangan sehingga bangkainya dimakan anjing dan dibawa ketengah sawah warga dan merusak tanaman.

Baca Juga

“Saya juga salah satu korban karena banyak tanaman di sawah saya rusak karena anjing yang membawa lari bangkai ayam ke tengah sawah,“ ucapnya.

Hal senada juga dikeluhkan, Mastuni Budi Kariati. Dirinya mengaku terganggu dengan banyaknya serangan lalat yang diduga berasal dari kandang ayam tersebut.

“Bagaimana kita mau sehat karena banyaknya lalat yang membawa penyakit. Kita juga tidak betah berada di rumah karena bau, belum lagi saat saya ada tamu, belum 2 menit dibuatkan kopi, lalat sudah banyak yang masuk,“ kesalnya.

Sementara salah satu pemilik kandang, Mawardi, dalam acara mediasi tersebut mengakui jika selama satu tahun menjalankan bisnis ayam potong tidak memiliki izin, namun dirinya membantah adanya bau yang ditimbulkan dari kandang ayamnya selama 2 periode panen.

“Jadi sudah 1 tahun kandang itu saya bangun dan memang tidak ada izin, namun saya akan urus izin secepatnya,“ ujarnya.

Kemudian untuk menghindari timbulnya lalat, lanjutnya, ia akan mengubur jika ada ayam yang mati karena selama ini, jika ada ayam yang mati, selalu dibuang dibelakang kandang.

“Sebagai upaya kami untuk mengurangi lalat, setiap ayam yang mati akan kami kubur,“ tandasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply