Warga Desa Selebung Gedor Camat Keruak Tuntut Sekdesnya Dicopot

  • Whatsapp
Puluhan Warga Desa Selebung Kecamatan Keruak, Lombok Timur Menggedor Kantor Camat Keruak. [] www.ntbpos.com/Suandi Yusuf

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Puluhan warga Desa Selebung Kecamatan Keruak, Lombok Timur menggelar aksi di depan Kantor Desa dan Kantor Camat untuk menuntut Sekretaris Desa (Sekdes) Selebung dicopot dari jabatannya. Kamis 6 Agustus 2020.

Tuntutan tersebut dilakukan karena warga merasa kesal dengan Pemerintah Desa yang dianggap tidak becus dalam menyelesaikan persoalan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II yang sampai saat ini belum diterima oleh penerima manfaat.

Pantauan ntbpos.com dilapangan, massa aksi yang saat ditemui oleh Muspika Kecamatan Keruak, Kaban Kesbangpoldagri, Sekdis Sosial dan Kadis PMD beserta Pemerintah Desa Selebung berjalan cukup alot dan warga sempat ingin melakukan aksi Wolk Out karena merasa tuntutannya belum bisa dipenuhi.

Selain itu, warga mempertanyakan mekanisme pelaksanaan penyaluran BST dari Pusat sampai ke bawah, karena massa menduga, ada banyak hal yang di sembunyikan oleh pemerintah Desa, sehingga sekitar 300 warga belum menerima dana BST.

Baca Juga

Salah satu perwakilan massa aksi, Lalu. M. Muhsinin Yasir mengatakan, sumber permaslahan muncul akibat tidak ada musdes dalam melakukan penetapan nama-nama penerima bantuan yang menjadi usulan dari Desa yang ditangani oleh Sekdes.

“Kami menduga banyak hal yang di sembunyikan oleh Pemerintah Desa, sehingga BST untuk masyarakat tidak bisa di distribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima sampai saat ini.” Ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Selebung Jabarudin menyanggah kalau Pemerintah Desa ada yang disembunyikan seperti yang dituduhkan warga.

“Kami disini tidak bekerja sendiri, dalam struktur pemerintahan tingkat Desa ada Kepala Desa, ada perangkat dan Kawil sehingga kami selalu berkoordinasi, permasalahan pada saat penanda tanganan data di depan kantor Desa karena data tersebut harus segera di input.” Ujarnya.

Ditempat yang sama, Camat Keruak Kamaruddin meminta semua perangkat Desa Selebung untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada masyarakat supaya permasalahan ini tidak berlanjut.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan dalam hal ini, mari kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.” Pungkasnya.

Menanggapi tuntutan warga, Kamaruddin menyatakan bahwa tidak bisa memberhentikan perangkat Desa tanpa alasan dan dasar yang jelas, sesuai peraturan  perundang-undangan.

“Kami tidak bisa mengeluarkan rekomendasi karena belum ada dasar yang kuat, pengangkatan dan pemberhentian sudah diatur dalam undang-undang, sehingga kami tidak berani melanggar aturan yang ada.” Imbuhnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih dari 2 jam itu tidak membuahkan hasil karena Muspika dan warga tidak menemui kata sepakat, sehingga warga berencana akan melaksanakan aksi yang lebih besar dengan membuat petisi yang akan di bawa ke Bupati Lombok Timur. np

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *