Wamenag RI Letakkan Batu Pertama Perluasan Masjid Islahul Yaqin Pemondah

  • Whatsapp
Foto : Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perluasan Masjid Islahul Yaqin, Pemondah./ Suandi Yusuf/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Dr. KH. Zainut Tauhid Sa’adi melakukan kunjungan kerja ke Yayasan Pondok Pesantren Qudwatussholihin (Yaqin) Pemondah, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Selasa, 12 Oktober 2021.

Dalam kunjungannya, Wamenag RI didampingi sejumlah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pusat dan daerah serta mendapat sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB bersama Bupati Lombok Timur, dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Masjid Islahul Yaqin di lingkungan Ponpes.

Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Wakil Menteri Agama RI, Sekjen PPP DPR RI, Pengurus Yayasan dan Jamaah serta Santri yang telah hadir.

Atas nama pemerintah daerah sekaligus keluarga besar Yayasan Qudwatussholihin, Sukiman melaporkan kondisi Yayasan dari sejak didirikan hingga perkembangannya saat ini yang menurutnya telah banyak membantu pemerintah daerah di bidang pendidikan.

“Dapat kami laporkan kepada Bapak Wakil Menteri Agama bahwa pendiri Ponpes ini bernama Almagfurulahu TGH. Lalu Muh. Nuh dan telah membangun lembaga pendidikan di 5 Desa dengan jumlah santri sebanyak 1000 lebih, tentu itu sangat membantu Pemerintah Daerah dalam menuntaskan Buta Aksara,“ katanya.

Baca Juga

Ia menyebut bahwa acara hari ini bukan peletakan batu pertama akan tetapi melakukan perluasan Masjid, sehingga Bupati berharap kepada Wakil Menteri Agama dan Sekjen PPP DPR RI, berkenan membantu sehingga tahun depan pembangunan Masjid bisa tuntas.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, KH. Zainut Tauhid Sa’adi, mengucapkan syukur karena dapat bersilaturrahim di Ponpes yang berada di Pemondah Lombok Timur, serta memberikan apresiasi terhadap pembangunan Masjid tersebut.

“Atas nama Kementrian Agama RI, saya memberikan dukungan dan apresiasi terhadap perluasan pembangunan masjid ini, saya berharap masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik,“ ungkapnya.

Wamenag juga berpesan supaya masjid tidak hanya difungsikan untuk sholat, namun juga sebagai tempat pembelajaran bagi anak anak, sehingga nilai keislaman tumbuh dan berkembang mulai sejak dini.

Masjid juga dapat dijadikan sebagai tempat menyatukan ummat, harapannya agar lebih mencintai sesama, bisa membangun ukhwah dan paling penting bagaimana masjid dapat dijadikan memberdayakan ummat, baik dari segi ekonominya, budaya dan lainnya.

Selain itu, Wamenag menegaskan bahwa semua Program yang ada di Kementerian Agama saat ini sangat memberikan perhatian khusus kepada Ponpes, hal itu sesuai dengan UU No 17 Tahun 2021 terkait dengan Pondok Pesantren.

Pada kesempatan itu, Wamenag juga berharap kepada Bupati Lombok Timur agar target percepatan Vaksinasi kepada masyarakat dapat segera tercapai , sehingga masyarakat semuanya dapat tervaksin.

Sejalan dengan yang disampaikan Wamenag, Sekjen PPP DPP RI, MUh. Armawi Tomafi memaparkan perjuang PPP dalam penyelenggaran UU Ibadah Haji, Pesantren dan lainnya. Untuk itu, ia mengajak seluruh jama’ah untuk bersyukur karena bisa hidup di Negara yang memberikan kebebasan dalam beribadah, bersholawat dan tidak ditemukan di tempat lain.

“Pentingnya kebijakan Politik sehingga dapat menampung aspirasi ummat, pentingnya politik jangan dilihat dari Praktik sepihak, karena jabatan Politik menjadi wasilah untuk mensejahterakan masyarakat, berlangsungnya kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan serta memakmurkan Masjid,“ tandasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply