Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, RSUD Patuh Karya di Keruak Diresmikan

  • Whatsapp
Foto Bersama, Bupati Lotim (kiri), Wakil Gubernur NTB (tengah) dan Wakil Bupati Lotim (kanan), Setelah Penandatanganan Prasasti RSUD Patuh Karya./ Foto : M. Hardi Putrawan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Bertepatan dengan perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-28, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patuh Karya Lombok Timur type D yang berlokasi di Keruak, Kecamatan Keruak akhirnya diresmikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah, Selasa, 29 Juni 2021.

Setelah diresmikan Wagub, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, didampingi Wakil Bupati, H. Rumaksi dan disaksikan oleh Wakil Gubernur NTB.

Dalam sambutannya, Sukiman mengatakan, jumlah penduduk yang akan dilayani oleh RSUD Patuh Karya Lotim ini sebanyak 291.923 jiwa yang tersebar di 5 Kecamatan, yakni Keruak, Jerowaru, Sakra Barat, Kecamatan Sakra, dan Kecamatan Sakra Timur.

“Kendati sudah diresmikan, namun RSUD Patuh Karya belum bisa dioperasikan karena masih harus menunggu dilakukan visitasi dan ijin operasi keluar dulu,“ katanya.

Untuk itu, Sukiman meminta supaya pemerintah provinsi bisa membantu supaya ijin operasionalnya bisa keluar secepatnya sehingga bisa dimanfaatkan dan berfungsi dengan baik.

Baca Juga

“Fasilitasnya (RSUD Patuh Karya, red) juga masih sangat terbatas, terutama tempat tidur yang idealnya menurut WHO harus berjumlah 291, yakni 1/1000 dari jumlah penduduk,“ ujar Bupati dalam laporannya.

Meski demikian, lanjutnya, Pelan tapi pasti kita akan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan Rumah Sakit untuk memaksimalkan pelayanan

Mengenai hal itu, Bupati meminta kepada jajaran Pemerintah Provinsi untuk memberikan perhatian, terutama pada pelengkapan sarana dan prasrana yang dibutuhkan.

“Saya dengar ada banyak alat-alat di RSUP yang tidak digunakan, sekiranya kalau bisa dihibahkan kami untuk melengkapi sarana dan prasarana di Rumah Sakit ini dan itu sangat kami harapkan“ pinta Bupati.

Bupati juga memaparkan rencana peresmian selanjutnya yang akan dilaksanakan pada tahun 2022, yaitu pembangunan RSUD Aik Mel dan RSUD Masbagik.

Bupati juga melaporkan jumlah Fasilitas Kesehatan (Faskes) serta pelayanan kesehatan, mulai dari Rumah sakit Umum Daerah sampai ke Posyandu Keluarga yang ada di Lombok Timur.

“Sampai saat ini, terdapat 3 RSUD termasuk Keruak, 3 Rumah Sakit Swasta, 35 Puskesmas, 81 Pustu, 244 Polindes, 1939 Posyandu Keluarga dan 16 Klinik Swasta,“ paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemda Lombok Timur karena menurutnya sudah sangat fokus terhadap permasalahan di bidang kesehatan.

Wagub menilai hal tersebut dari capaian Pemda Lotim pada pengentasan di bidang kesehatan yang angkanya cukup tinggi. Selain itu, keberhasilan dalam penanganan covid-19 serta keberadaan Posyandu keluarga yang sudah diresmikan 100 persen.

Menurut Wagub, beban kesehatan Lotim cukup besar, yakni setara dengan jumlah penduduk di Pulau Sumbawa. Hal itu menjadikan PR untuk Pemda Lotim di bidang kesehatan sangat besar, karenanya langkah yang diupayakan oleh Bupati dan jajarannya sudah tepat, yakni dengan menaikkan grade Rumah Sakit dan memperbanyak bangunan fasilitas kesehatan.

“Dari sisi sarana prasarana dan SDM sudah bagus, tinggal bagaiamana meningkatkan kualitas pelaksanaan dan pelayanan, itu saya minta ya pak Bupati serta seluruh jajarannya,“ pinta Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi itu.

Menanggapi permintaan Bupati Lotim untuk dibantu dalam melengkapi sarana prasarana dan proses perijinan operasi Rumah Sakit, Wagub merespon dengan baik. Dikatakan, dati pemerintah provinsi pasti akan membantu mempermudan, apalagi itu berkaitan dengan  pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik.

“Mengenai alat-alat kesehatan yang tidak terpakai itu, nanti kita liat dulu. Kalau kondisinya memang seperti itu, tentu kita bisa hibbahkan,“ katanya.

Sebelumnya, dalam laporan yang disampaikan Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik mengatakan, penetapan berdirinya RSUD Patuh Karya Lombok Timur type D ini sesuai dengan Perbup no 44 tahun 2021.

Taofik menjelaskan, pengisian pejabat struktural di RSUD Patuh Karya, sudah dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur pada 28 Juni lalu.

“Langkah selanjutnya setelah peresmian ini adalah visitasi dari Pemprov. Kami berharap bisa segera dilaksanakan, supaya ijin operasionalnya bisa lebih cepat keluar dan RSUD Patuh Karya ini dalam waktu kurang dari satu bulan ini bisa kita fungsikan,“ tutup Kak Ofik, sapaan akrabnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply