Tingginya Bea Cukai, Daya Serap Perusahaan Tembakau di Lotim Berkurang

  • Whatsapp
Murnan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lombok Timur./ Foto : M. Ragil Sopiyan Sauri/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Daya serap perusahaan tembakau di Lombok Timur semakin berkurang karena tingginya pajak bea cukai, di samping mekanisme pasar yang tidak jelas. Hal tersebut diakui ketua DPRD Lombok Timur, Murnan, saat ditemui NTBPOS, Selasa 15 Juni 2021.

“Tentunya, guna mengatasi permasalahan tersebut, kami meminta adanya kesepakatan harga, kualitas dan jumlah yang dibutuhkan antara perusahaan dan petani binaan,“ katanya.

Murnan juga meminta Pemerintah Pusat memberikan ruang dan diberikan data lebih awal terkait jumlah serapan yang dibutuhkan perusahaan terhadap jumlah tembakau.

“Sekarang ini banyak masyarakat yang sudah terlanjur menanam tembakau, Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten seharusnya duduk bersama sehingga tidak mencarikan petani solusi ketika musim panen tiba,“ jelasnya.

Lebih lanjut, Murnan mengatakan, kondisi produksi tembakau saat ini harus objektif dinilai, hal ini lantaran banyak petani binaan yang menjual ke perusahaan lain untuk mencari harga yang lebih tinggi.

Baca Juga

“Saya lihat banyak juga petani binaan yang menjual hasil panen tembakau ke perusahaan lain untuk mengejar harga yang lebih tinggi,“ tutupnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply