Timsus Polres Lotim Bekuk DPO Sindikat Curanmor Asal Loteng di Cafe Senggigi

  • Whatsapp
Sat Reskrim Polres Lotim saat menangkap
pelaku Penadah Ranmor roda 2 dan 6 disalah satu Cafe di Senggi, Lobar. / Foto: L . Dedi Satriawan.

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Sat Reskrim Polres Lombok Timur, dibantu Polsek Senggigi, menangkap seorang penadah Kendaraan Bermotor (Ranmor) Roda 2 (R2), dan Roda 6 (R6), yang selama ini menjadi buronan.

Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari keterangan pelaku tindak pidana Curanmor, yang telah ditangkap beberapa bulan lalu.

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di sebuah Cafe di kawasan Senggigi, saat sedang asik berkaraoke.

ACIP (42), yang merupakan warga Desa Griya, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah telah masuk dalam DPO karena perannya yang cukup sentral dalam sindikat Curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Lotim.

ACIP merupakan pemesan sekaligus perantara penjualan kendaraan hasil curian. Adapun, pemesanan kendaraan curian yang dilakukan oleh ACIP, berdasarkan kelengkapan surat kendaraan yang dipegangnya.

Baca Juga

“Berdasarkan keterangan pelaku yang sudah kami tangkap sebelumnya dan berkas perkaranya sudah P21, yakni Dani dan Teber, bahwa pelaku ACIP berperan sebagai pemesan sekaligus perantara penjualan kendaraan hasil curian,” jelas Kasat Reskrim, Polres Lombok Timur, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, Ahad, 29 September 2019.

Dalam salah satu aksi pencurian Dum Truck yang terjadi di Lingkungan Lendang Bedurik, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, beberapa bulan lalu, ACIP menghubungi Teber agar dicarikan kendaraan. Selanjutnya, Teber menghubungi Dani, yang merupakan spesial pencurian kendaraan R4 dan R6. Kemudian, Dani selaku pemetik, mengeksekusi kendaraan korbannya sesuai dengan pesanan dari rekannya.

“Dani melakukan aksi pencurian Dum Truck di Lendang Bedurik. Setelah itu, Dani menyerahkan kendaraan tersebut kepada Teber,” tutur Yogi.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Yogi, Teber bersama ACIP kemudian mengantar kendaraan tersebut ke gudang pemesan yakni AN, yang hingga saat ini masih buron.

Dum Truck hasil curian tersebut kemudian dijual seharga Rp. 30 juta. Hasil penjualan tersebut, kemudian dibagi sesuai dengan peran masing-masing.

“Pelaku juga membeli dan menguasai sepeda motor hasil curian, yang terjadi di Terara, yang dibelinya seharga Rp.500 dari pelaku Inseng, yang juga sudah kami tangkap sebelumnya,” bebernya.

Barang Bukti yang berhasil diamanakan dalam penangkapan ini adalah 1 Unit Dum Truck, dan 1 Unit Honda Supra X. Adapun 2 orang rekan ACIP, yaitu ED dan AN, masih dalam pengejaran petugas.

Pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Lombok Timur, guna dilakukan pengembangan dan proses hukum lebih lanjut. [] NP-Ded

Berita Terkait

Leave a Reply