Terapkan Sistem Mina Padi, Petani Desa Lenek Untung Dua Kali Lipat

  • Whatsapp
Sabirin (30), Salah Satu Kelompok Petani Mina Padi Saat Memberi Makan Ikan Peliharaannya./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR – Mina Padi merupakan Usaha budidaya ikan dilakukan secara bersamaan dengan tanaman padi pada suatu areal sawah yang sama. Seperti yang diterapkan oleh Petani Desa Lenek, Kecamatan Lenek.

Sistem tersebut digunakan Petani Desa Lenek sudah berjalan sekitar 4 tahun karena dapat meraup keuntungan dua kali lipat. Hal tersebut dikatakan oleh Sabirin (30) salah satu kelompok Tani Mina Padi.

Sabirin mengakui, luas lahan yang digarapnya kurang lebih 200 meter persegi. Jika mengandalkan tanama padi dan sejenisnya keuntungan tidak seberapa dengan luas itu.

“Setelah menerapkan sistem Mina Padi, keutungan dua kali lipat. Malah keuntungan lebih besar bisa kita dapat pada ikan ini,“ ujarnya.

Dalam setahun, katanya bisa melakukan panen empat kali dengan penghasilan rata-rata 15 kwintal, dengan jumlah bibit 6 kwintal per kolam dengan harga perkwintal Rp 600.000, sedangkan pakan dihabiskan selama empat bulan kurang lebih 30 sak.

“Kalau dihitung bersih keuntungan sekitar 12 jutaan sekali panen,“ tuturnya.

Selain itu, dirinya mengakui bahwa Pemerintah Desa turut mendukung dan memfasilitasi usahanya dengan mengambil pakan terlebih dahulu dan dibayar kemudian.

Sementara itu, Kepala Desa Lenek, Suardi, saat dikonfirmasi NTBPOS mengatakan, Pemdes yang memfasilitasi pakan ikan dalam jumlah besar, namun di kelola oleh Bumdes.

“Masing-masing kelompok Tani Mina Padi mengajukan permohonan pakan sesuai jumlah yang dibutuhkan. Setetelah itu, Bumdes menyiapkan pakan itu,“ tandasnya.

Sesuai kontrak yang disepakati selama ini, lanjutnya, pembayaran pakan akan disetorkan setelah panen raya tiba dengan mengambil keuntungan Rp 15.000 per sak.

Selain itu, menurutnya usaha yang melibatkan orang banyak, secara tidak langsung mengurangi angka pengangguran khusunya di Desa Lenek.

“Jadi kami suport terus usaha masyarakat ini. Bagaimanapun juga secara tidak langsung mengurangi angka pengangguran,“ ucapnya.

Kedepan, kata Suhardi, lokasi itu akan dijadikan tempat rekreasi, dimana lokasi ini akan dilengkapi fasilitas layaknya tempat wisata. Bahkan ia mengakui sudah merancang daerah tersebut untuk dijadikan objek wisata dan masuk dianggaran tahun 2022.

“Melihat kondisi saat ini kita targetkan selesai selama tiga tahun, kami berharap Pemerintah Daerah melirik dan mensuport apa yang sudah masyarakat dan pihaknya lakukan,“ ungkapnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply