Syamsul Luthfi Ajak Pemuda Harus Progresif dan Berpikir Visioner

  • Whatsapp
Susana diskusi kepemudaan dan Mahasiswa yang diselenggarakan HIMMAH NWDI Cabang Lombok Timur, disalah satu Cafe di Lombok Timur, Selsa, 8 Juni 2021 . NTBPOS/Istimewa

LOMBOK TIMUR – Anggota Komisi II DPR RI, HM. Syamsul Luthfi menjadi narasumber diskusi pemuda dan kemahasiswaan yang diselenggarakan HIMMAH NWDI Cabang Lombok Timur, Selasa, 8 Juni 2021 disalah satu tongkrongan atau Cafe , di Lotim .

Dalam diskusi itu, Syamsul Luthfi mengingatkan pemuda dan mahasiswa harus mampu menjawab permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Untuk itu, sejak dini pemuda-pemudi Indonesia perlu dilatih berpikir kritis dan kreatif agar secara cepat dapat melahirkan solusi ketika dihadapkan pada sebuah masalah.

Pemuda memiliki peran penting yang senteral dan strategis untuk berpartisipasi aktif dalam upaya mendukung setiap proses pengembangan sumber daya manusia Indonesia untuk menuju Indonesia yang maju dan sejahtera.

“Mahasiswa sangat perlu memiliki peran terhadap upaya mendukung proses pengembangan SDM demi kemajuan Indonesia,” ujar Syamsul Luthfi.

Baca Juga

Syamsul Luthfi juga mengatakan mahasiswa sebagai generasi penerus perjuangan bangsa yang memiliki pola pikir yang luas dan kritis serta semangat kerja keras.

“Mahasiswa dan pemuda tentunya harus ikut mewarnai dan ikut berpartisipasi secara aktif membantu setiap upaya pemerintah baik daerah maupun pusat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun sumber daya manusia agar terealisasinya Indonesia yang maju unggul dan sejahtera,” tegasnya.

Pradigma berpikir mahasiswa, kata Syamsul Luthfi haruslah bertumpu pada pola pikir yang progresif dan visioner. pemikiran Islam yang washatiyah hendaknya selalu di sosialisasikan dan disebarluaskan kepada masyarakat serta diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hamzanwadi memberikan kita suri teladan dan contoh yang nyata berjuang dan mengabdi untuk kemajuan agama bangsa dan negara dalam konteks ormas islam organisasi Nahdlatul Wathan Diniah Islamiyah (NWDI) yang didirikan bukan hanya untuk kepentingan warga NWDI saja, tapi yang lebih utama dan tentu yang sangat urgent itu adalah untuk kepentingan ummat dan bangsa,” ungkap cucu pendiri NWDI itu.

Kakak dari Dr. Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majd, juga mengatakan kepentingan bangsa wajib didahulukan di atas kepentingan siapapun dan apapaun termasuk kepentingan organisasi.

“Sebagai Organisasi Masa (Ormas) islam yang memiliki peran penting disamping untuk menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin dan mensejahterakan masyarakat. Kader NWDI juga harus ikut berpartisipasi mendukung segala kebjikan pemerintah, selama kebijakan tersebut sesuai dengan aspirasi rakyat,” cetusnya.

Kebijakan pemerintah yang pro terhadap aspirasi dan kepentingan rakyat haruslah didukung secara penuh.

“Kalau ada kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap kepentingan dan kesejahteraan rakyat maka tugas kita sebagai warga negara yang baik adalah untuk bijak kemudian memberi kan problem solving nya.dalam memberikan aspirasi terhadap pemerintah, tidak boleh kita menyalurkan aspirasi itu dengan cara yang tidak bermoral dan dekonstruktif,”tukasnya kepada mahasiswa dan pemuda tersebut.

Mahasiswa haruslah menjadi contoh nyata di masyarakat dengan terus berkontribusi bagi kebermanfaatan dan kesejahteraan masyarakat luas.

“Kita di ajarkan di NWDI tersebut tentu dengan nilai-nilai yang baik. Misalnya di situasi dunia yang saat ini tidak normal akibat Disease Corona Virus (Covid-19), pemuda dan mahasiswa khususnya HIMMAH NWDI harus ikut berfartisipasi untuk membantu Daerah, Negara secara umum dalam melakukan inovasi-inovasi dibidang kesehatan dan ekonomi,” katanya.

Tokoh NWDI yang juga Politisi Nasional itu berharap kepada seluruh pemuda dan mahasuswa khususnya kader-kader HIMMAH NWDI untuk aktif melakukan karya nyata yang bisa memberikan kontribusi terhadap orang banyak. Melakukan pengabdian di segala bidang yang sesuai dengan kompetensi masing-masing, baik di bidang pendidikan, sosial, Agama maupun politik.

Mengintegrasikan dunia akademik dan dunia aktivis adalah hal yang sangat penting untuk di lakukan oleh mahasiswa agar mahasiswa bisa menjadi agent of Chang’e (agen perubahan yang positif) dan agent of control sosial.

” Kepada generasi penerus bangsa untuk menyatukan hati, pikiran, tenaga dan tekad untuk bersama – sama berjuang demi kemaslahatan agama nusa dan bangsa dengan prinsip yakin ikhlas istiqomah serta berfastabiqul khairot.” tutupnya . np

Berita Terkait

Leave a Reply