SPBU Rarang Dicurigai Bermain Soal Penjualan BBM Jenis Premium

  • Whatsapp

Deretan jerigen pengecer BBM jenis Premium di SPBU Pertamina Rarang. [] Dok/www.ntnpos.com
LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina Rarang, Kabupaten Lombok Timur tidak memberikan konsumen kendaraan umum untuk membeli BBM jenis Premium atau bensin.

Kejadian itu dialami oleh salah seorang konsumen, Sawaludin yang akrab dipanggil Aweng, Jum’at malam, 16 Oktober 2020 sekita pukul 09.00 Wita.

Aweng mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat dirinya mengantri untuk mengisi BBM jenis Premium. Namun, saat gilirannya di mesin pengisian tiba tiba petugas mengatakan pengisian BBM jenis Premium ditutp untuk kendaraan karena sudah jam 9 malam.

Alasan petugas tersebut sontak menimbulkan pertanyaan Aweng, dan mengatakan kenapa bisa seperti ini padahal kami sudah mengantri lama dan mesin pengisian masih hidup serta masih ada beberapa orang juga ikut ngantri di belakangnya.

Baca Juga

Dengan nada tinggi dan terkesan menantang petugas tersebut kemudian menjawabnya dengan mengatakan “Silahkan bertanya dan berurusan dengan pengawas yang ada di dalam, kami di perintah tutup penjualan Premium sampai jam 9 malam saja dan silahkan anda membeli Pertamax atau Pertalite,” ujar Aweng meniru kata petugas SPBU.

Atas tindakan yang dilakuan petugas terhadapnya, ia mempertanyakan kenapa bisa terjadi hal seperti ini dan sejak kapan ada aturan pembatasan waktu penjualan premium di SPBU.

Aweng menilai tindakan yang dilakukan petugas itu sudah menciderai kepuasan pelanggan. Ini perlu dilaporkan, sebab dalam aturan Pertamina pelayanan ke konsumen itu selama 24 jam, itu jelas  terpampang di setiap SPBU.

“Tidak boleh mereka melakukan seperti itu kepada konsumen. Apalagi sampai memaksa untuk membeli BBM jenis lain,” ungkapnya.

“Ada permainan apa ini, sejak kapan rakyat di paksa harus beli BBM jenis Pertalite dan Pertamax, saya melihat ada upaya masive dari pihak regulator (Pertamina) dan operator ( SPBU ) untuk menghilangkan BBM jenis Premium di lapangan. Saya curiga kenapa di setiap pom bensin hanya di sediakan satu selang pengisian BBM jenis Premium sedangkan lebih banyak Pertalite dan Pertamax,” ujar Aweng.

Tak hanya di SPBU Rarang, tambah Aweng beberapa hari lalu juga ia mengisi BBM di salah satu SPBU besar di Kota Mataram yang memiliki mesin pengisian BBM cukup banyak yang di dominasi oleh mesin pengisian Pertalite dan Pertamax.

“Untuk mesin pengisian premium hanya di sediakan satu mesin pengisian yang mana salah satu selang pengisiannya di tutup dan hanya satu selang pengisian yang dibuka,  petugasnya mengatakan bahwa itu perintah Pertamina dan bos nya (pemilik SPBU),” ungkap Aweng.

“Kalau hal ini terus terjadi, kami akan mendatangi Pertamina untuk mempertanyakan, ada permainan apa ini , kita minta Pertamina menindak SPBU nakal atau siapapun yang terlibat dalam sindikasi permainan bisnis gila ini,” ujarnya menambahkan.

Dalam sistem niaga, jelas Aweng jika barang yang ditawarkan masih ada, kemudian konsumen meminta maka pedagang itu harus memberikan dengan dasar akad yang Syah yaitu tidak ada kecurangan yang membuat salah satu pihak dirugikan.

Aweng juga mengungkapkan, pada saat kejadian banyak jerigen yang sudah berjejer di samping mesin pengisian untuk di isi premium, menurutnya SPBU ini lebih mementingkan pembelian kepada konsumen lainnya yang membawa jerigen daripada kendaraan. Padahal dalam aturan Pertamina pembelian jerigen tidak boleh dikedepankan.

Sedangkan Pertamina sendiri  memastikan operasional penyaluran BBM ke masyarakat harus terpenuhi dan kondusif terutama para pengguna jalan. Sehingga Pertamina dapat menopang kebutuhan masyarakat. np

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *