Sidang Perdana Terdakwa Ketua KSU Rinjani Ricuh Oleh Massa Pendukung

  • Whatsapp
Proses Persidangan Ketua KSU Rinjani./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

MATARAM, NTBPOS.com – Sidang perdana pembacaan surat dakwaan terdakwa Dr. Sri Sudarjo, selaku Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Rinjani oleh Tim Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram, sempat ricuh dengan massa pendukung terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Jumat, 13 Mei 2022.

Masa yang berjumlah ratusan itu melakukan aksi kawal persidangan perdana terdakwa itu memaksa masuk dalam persidangan. Namun, hanya lima belas orang dapat diizinkan masuk.

Hal itu diungkapkan Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi NTB, Efrien Saputera, kepada media ntbpos.com melalui pesan WhatsApp.

“Masa anggota pendukung terdakwa tersebut tidak dapat diizinkan masuk semuanya ke dalam ruang sidang dan pada saat pemeriksaan, masa ini sebagian besar tidak dapat menunjukkan identitas diri,“ kata Efrien.

Selanjutnya, Ia menjelaskan, masa merupakan anggota KSU Rinjani itu telah terprovokasi dan di doktrin dengan diimingi akan diberikan bantuan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yaitu, program satu peternak mendapatkan tiga ekor sapi jika anggota menghadiri sidang terduga dan melakukan aksi di depan PN Mataram.

“Jika mereka tidak hadir, tidak akan diberikan bantuan tersebut,“ katanya.

Selain itu, lanjutnya,  jika Ketua KSU Rinjani tidak ditangguhkan atau dikeluarkan dari sel tahanan, maka bantuan untuk anggota berupa sapi dari dana PEN yang dijanjikan oleh terdakwa tidak akan bisa dicairkan.

Ia menuturkan, sebelumnya Terdakwa telah memungut biaya sebesar Rp 150.000 sampai Rp 300.000 kepada anggota, kurang lebih sebanyak 23.195 orang di NTB. Dengan di iming-imingi mendapatkan bantuan tersebut, padahal kata Efrien, bantuan PEN itu tidak ada dalam program Pemerintah.

Dengan Demikian, terdakwa dalam perkara kasus ITE dilaporkan oleh Kepala Biro Hukum Pemerintah NTB ke Polda.

Terdakwa diduga melanggar Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan Pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1964 Tentang Peraturan hukum Pidana dan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45.A Ayat (2) UU RI No.19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11  Tahun 2008 Tentang ITE (menyebarkan hoax menimbulkan permusuhan).

Terdakwa resmi ditahan Polda NTB dalam kasus dugaan penyebaran informasi hoaks atau berita bohong pada Sabtu (9/4/2022) lalu. Kemudian dilakukan pelimpahan tahap II (terduga dan barang bukti) ke Kejati pada Kamis (21/4/2022).

“Sekarang sudah masuk proses persidangan di PN Mataram. Penahanan sudah menjadi kewenangan hakim,“ terangnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, dalam situasi kegaduhan dengan masa pendukung baik di dalam ruangan persidangan maupun di halaman PN Negeri, pembacaan surat dakwaan dengan terdakwa, tetap dibacakan oleh tim penuntut umum.

Kemudian, agenda selanjutnya adalah mendengarkan eksepsi dari pihak terdakwa yang diagendakan pada hari Selasa tanggal 17 Mei 2022, sekitar pukul 09.00 WIB, di PN Mataram secara offline dengan menghadirkan terdakwa. np

Berita Terkait

Leave a Reply

1 comment

  1. apa yg dimaksud poto istimewa juluk coba ajarin kt. dan siapa penulis beritanya tdk jelas semua kodenya NP