Sidang Pelanggar Perda Miras, Tersangka Memilih Denda

  • Whatsapp
Sidang Putusan Pelanggar Perda Miras di Pengadilan Negeri Selong./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Diduga melanggar pasal 2 Perda No. 8 Tahun 2002 tentang larangan memproduksi, menjual dan meminum-minuman keras. Tersangka Supardi menerima dengan lapang dada hasil keputusan sidang Pengadilan Negeri Selong, Jumat, 5 November 2021.

Hasil keputusan yang dijatuhkan Hakim ketua terhadap Supardi yakni denda Rp. 1.000.000 atau kurungan 2 Bulan Penjara.

Sebelumnya, Supardi warga Sakra, Kecamatan Sakra terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada 26 Oktober lalu di rumahnya. Barang bukti yang disita berupa 288 botol minuman isi 1,5 liter jenis tuak merah dengan total 432 Liter.

Kepala Bidang Perundang-undangan Satpol PP,  Sunrinanto mengatakan, tersangka mengambil miras di mataram dengan harga 7 ribu rupiah, kemudian di ecer seharga 10 ribu rupiah.

“Berdasarkan barang bukti dan pengakuannya, hasil keputusan tadi tersangka memilih membayar denda dari pada hukuman kurungan dan langsung di bayar tadi,“ ucapnya.

Baca Juga

Dirinya berharap, tersangka tidak lagi menjual miras sesuai pesan Hakim Ketua pada saat berlangsungnya sidang karena usaha miras bertentangan dengan Perda dan keuntungan minim.

“Lebih baik usaha ayam, sapi dan yang lain lain, selama tidak bertentangan dengan hukum,“ ujarnya.

Kedepan, tambah Sunrinanto, akan mencoba uji kadar alkohol terhadap barang bukti yang ditemukan guna mengetahui berapa persen kandungan alkoholnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply