Setiap Tahun Kekeringan, 10 Dusun di Sekaroh Kesulitan Air Bersih

  • Whatsapp
Mansyur, Kepala Desa Sekaroh./ Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Sebanyak 10 Dusun di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru mengalami kesulitan air bersih sejak bulan Mei lalu. Wilayah tersebut menjadi langganan kekeringan setiap tahun ketika memasuki musim kemarau akibat tidak ada sumber mata air.

Untuk memenuhi kebutuhannya, masyarakat harus mengeluarkan uang lebih karena harus membeli air tangki dengan harga 150 ribu sampai 300 ribu rupiah, tergantung dari jarak tempuh. Hal itu disampaikan Kepala Desa Sekaroh, Mansyur.

Dirinya mengatakan bahwa, dari 11 Dusun yang ada di Desa Sekaroh, hanya 1 Dusun yang tidak terlalu terdampak karena memiliki beberapa sumur sebagai sumber mata air, meskipun tidak banyak.

“Sejak bulan Mei lalu masyarakat kami yang ada di 10 Dusun sudah membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhannya, minimal 2 tangki perdusun. Kalau di Dusun Pengoros, masih ada air sumur dan PDAM meskipun airnya tidak lancar,“ katanya, Rabu, 7 Juli 2021.

Adapun Dusun yang mengalami kekeringan yakni Sunut, Telok Dalem, Telone, Aik Mual, Ujung Ketangge, Transmigrasi, Pengoros Bat, Pengoros Timuk, dan Ujung Kelor.

Baca Juga

“Saya atas nama pemerintah desa berharap kepada pemerintah daerah untuk mendorong PDAM memaksimalkan saluran pipa yang sudah ada di Dusun Pengoros, Transmigrasi, Ujung Ketangge, Aro Inak, Ujung Kelor dan Aik Mual, karena pipa sudah terpasang sejak tahun lalu namun sampai hari ini belum bisa dimanfaatkan,“ terangnya.

Mansyur juga menyatakan, masyarakat Desa Sekaroh siap untuk swadaya membantu pemerintah, asalkan bisa menikmati air bersih. “Tidak selamanya kami harus bergantung dari bantuan pemerintah, masyarakat juga siap swadaya supaya tidak lagi kesulitan air bersih setiap memasuki musim kemarau,“ ujarnya.

Jika Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sumur Tutuk bisa dimaksimalkan oleh PDAM, lanjutnya, maka akan mengurangi dampak kekeringan yang dialami masyarakat Sekaroh setiap tahun, mengingat sambungan pipa sudah masuk ke beberapa Dusun.

Di samping itu, menurutnya anggaran bencana daerah juga bisa berkurang dan uang negara akan kembali karena masyarakat akan melakukan pembayaran tagihan rekening air sesuai penggunaan. np

Reporter : Suandi Yusuf

Editor : Suandi Yusuf

Berita Terkait

Leave a Reply