Sebagai Penyeimbang, Sebaiknya Demokrat dan PKS Tetap di Luar Pemerintahan

  • Whatsapp
Logo partai Demokrat dan PKS . Foto: Istimewa/www.ntbpos.com

JAKARTA, NTBPOS.com – Perlu ada kelompok yang memposisikan diri sebagai check and balances dalam roda pemerintahan. Kelompok tersebut diharpakan jangan sampai ikut-ikutan berada di dalam lingkaran kekuasaan.

Partai Amanat Nasional (PAN) kini telah bergabung ke dalam koalisi pemerintahan, sementara, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga saat ini masih tetap bertahan dan diharapkan jangan sampai ikut meminta-meminta jabatan.

“Sebagai penyeimbang, sebaiknya Partai Demokrat dan PKS tetap di luar pemerintahan. Mereka tetap bertindak sebagai oposisi,” kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie di Jakarta, Ahad 29 Agustus 2021 dilansir NTBPOS.com dari FAJAR.co.id.

Dikatakan Jerry, sebetulnya PAN sudah cocok berada di luar jalur kekuasaan. Kekuatan PAN dikombinasi dengan Partai Demokrat dan PKS justru bisa meningkatkan elektabilitasnya sebagai partai-partai penyeimbang.

“Apapun roda pemerintahan tetap harus dikontrol. Secara perhitungan politik, memposisikan diri sebagai kontrol pemerintah, memamang sulit rasanya jika dilakukan di dalam satu kabinet besar,” jelas Jerry.

Baca Juga

Sayangnya, lanjut Jerry, perspektif politik PAN tersebut tidak seperti yang diharapkan. Ini terbukti dengan merapatnya Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam rapat para pimpinan partai koalisi di Istana beberapa waktu yang lalu.

“Elektabilitas PAN akan baik jika bertahan pada oposisi atau diluar kekuasaan sebagai oenyeimbang,” imbuhnya.

“Langkah PAN masuk di dalam tubuh koalisi bukan sesuatu hal yang mengagetkan. Karena itu, sesuai sloganya ‘Berkoalisi dengan Rakyat’ diharapkan Demokrat dan PKS tetap bertahan sebagai oposisi,” pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply