Satpol-PP Lotim Tutup Tujuh Kandang Ayam Ilegal

  • Whatsapp
Penutupan Sementara Kandang Ayam di Montong Belae, Kecamatan Keruak./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Tujuh kandang ayam di tutup sementara oleh Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP) di Desa Montong Belae Timur, Kecamatan Keruak. Kandang tersebut di duga meresahkan dan mengganggu lahan pertanian warga sekitar, Rabu, 30 Juni 2021.

Dengan keberadaan kandang tersebut, warga merasa tidak nyaman karena menimbulkan bau tidak sedap.

Selain itu, bangkai ayam di buang ke area pertanian warga sehingga tanaman warga rusak akibat hewan (anjing) yang mengambil bangkai ayam tersebut.

Dengan dampak yang ditimbulkan oleh kandang tersebut, warga melaporkan ke kantor Desa Montong Belae. Sehingga sempat terjadi mediasi antara masyarakat dengan pemilik kandang. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP, Sunrianto, kepada NTBPOS.

Lanjutnya, sebelum penutupan, kami sudah memberikan teguran kedua kepada pemilik kandang tersebut. Selain dampak yang ditimbulkan, tujuh kandang tersebut tidak memiliki ijin, sehingga itu menjadi dasar dilakukan penertiban.

Baca Juga

“Silahkan pemilik kandang ini urus ijin dulu baru beroperasi. Masalah dampak seperti yang dikeluhkan, nantikan pihak lingkungan hidup yang mengkaji lebih dalam,“ jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengelola kandang Sukarna, mengatakan akan mengurus ijin seperti yang di anjurkan Satpol PP.

Selain itu, dirinya merasa ada orang yang memprovokasi warga sehingga menimbulkan konflik terhadap keberadaan kandangnya miliknya.

“Kurang lebih satu tahun kandang ini jalan, komunikasi kami dengan warga juga baik-baik saja selama ini. Karena ada yang iri sehingga terjadi seperti ini,“ katanya.

Mengenai dampak yang dikeluhkan warga sekitar itu tidak benar, sanggahnya, karena menurutnya selama ini bangkai ayam yang mati dikubur.

“Kami tidak pernah membuang ke lahan pertanian warga dan kotorannya tetap kami bersihkan,“ katanya. np

Berita Terkait

Leave a Reply