Satpol PP Lotim Bongkar Bangunan Tak Berizin di Pasar Paok Motong

  • Whatsapp
Pembongkaran Lapak Tanpa Izin di Pasar Paok Motong./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama TNI/Polri Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tertibkan lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) dengan meratakan bangunan seluas 2, 4 meter persegi di pasar Paok motong, Kecamatan Masbagik, Senin, 31 Mei 2021.

Lahan yang diratakan tersebut milik Hj. Nadiah, diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan membuat sertifikat ganda, dimana sertifikat yang asli atas nama Pemda. Hal itu diungkapkan Sunrianto, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP.

Sebelum pembongkaran berlangsung,  sudah dilakukan komunikasi dengan pemilik bahwa sebenarnya lahan tempatnya membangun sudah ada sertifikatnya atas nama Pemda dan setuju dibongkar.

“Memang lahan ini memiliki sertifikat dan dibuatkan sertifikat lagi oleh orang pemilik bangunan,“ katanya.

Terkait dengan penerbitan sertifikat kedua, lanjutnya, tentu menjadi ranah Badan Pertanhan Naional (BPN) dan bukan menjadi urusan pihaknya karena sudah ada pembatalan sertifikat kedua.

Baca Juga

“Kewajiban kita hanya mengamankan aset daerah dengan mekanisme dan aturan yang ada karena selama aset ini milik Pemda, tidak ada alasan untuk ganti rugi,“ terangnya.

Sementara itu, Hj. Nadiah mengatakan,  sebelum pembongkaran, dirinya sudah ditunjukan surat jual beli beserta setifikat asli lahan tersebut.

“Sudah kami tunjukan bukti jual beli lahan dari orang pertama dan sertifikatnya tapi ini milik pemda, terserah pemerintah sudah,“ tandasnya.

Lebih lanjut, Nadiah akan menggugat orang pertama yang menjual lahan tersebut guna mendapatkan ganti rugi. Ia Mengakui lahan tersebut di beli pada tahun 2003 dengan harga kurang lebih 22 juta.

“Rencana saya akan menggugat kepada orang yang menjual dulu. Saya beli lahan ini tahun 2003 dengan harga waktu itu 22 juta, waktu saya beli lahan ini, pengakuan pemiliknya bahwa ini benar lahan warisan. Makanya saya mau beli,“ pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply

0 comments

  1. Hal sama terjadi di semua pasar tradisional di lombok timur, kalau mau tegas seharusnya ditertibkan semua jangan tebang pilih, jangan sampai menjadi bom waktu, termasuk yang berjualan di trotoar yang menggangu pejalan kaki