Pembangunan RTG Belum Tuntas, BPBD Lotim Gelar Bimtek

  • Whatsapp
Bimbingan Teknis oleh BPBD Lotim yang diikuti Fasilitator, Babinsa, Polmas, dan Babinkamtibmas di Gedung Pemuda dan Mahsiswa, Rabu 21 Agustus 2019. / Foto : Humas

LOTIM, NTBPOS.com – Belum tuntasnya Pembangunan Rumah Tahan Gempa ( RTG ) di Kabupaten Lombok Timur menjadi masalah serius Pemerintah daerah saat ini. Untuk itu Pemda berupaya mengatasinya dengan menggelar Bimtek Mandor konstruksi yang digelar BPBD Lombok Timur.

Acara dibuka Bupati H.M. Sukiman Azmy,  Rabu 21 Agustus 2019.

Kegiatan Bimtek yang dibuka Bupati H. M. Sukiman Azmy di Gedung Pemuda dan Mahasiswa pada Rabu, 21 Agustus 2019 itu berakhir 23 Agustus itu diikuti Fasilitator, Babinsa, Polmas, dan Babinkamtibmas.

Dalam arahanya Bupati Sukiman mengku banyak pihak yang berupaya mencari keuntungan pribadi dari musibah yang menimpa masyarakat. Karena itu ia menegaskan akan mengeliminir para Aplikator abal-abal atau aplikator yang tidak memiliki modal kuat.

” Banyak persoalan yang menyebabkan belum tuntasnya pembangunan RTG di Lotim. Mulai dari Aplikator, Fasilitataor, Pokmas, dan sejumlah pihak yang seharusnya bisa mencari solusi, justru menajdi penyebab timbulnya persoalan baru di tengah masyarakat. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu pembangunan rumah mereka,” tegurnya.

Baca Juga

Bupati berharap Bimtek yang digelar selama dua hari ini adalah Bimtek yang terakhir dilakukan pihak BPBD. Ia memerintahkan bekerja langsung di lapangan dan sisa dana anggaran pembangunan RTG dari Pemerintah Pusat sebesar Rp. 311 Miliyar dapat segera dijemput BPBD.

“Sekat antara Aplikator, Fasilitator dan pokmas serta OPD terkait serta masyarakat atau Pokmas dapat dihilangkan. Semua pihak diharapkan dapat mengambil peran sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu .” tegasnya.

Sementara itu kepala pelaksana (Kalak) BPBD Lotim, H. Purnama Hady mengatakan, Bimtek ini merupakan tindak lanjut kebijakan Pemerintah Provinsi yang memperpanjang kontrak kerja para Fasilitator yang telah berakhir per-31 Agustus 2019. Melalui rehabilitasi dan rekontriksi RTG ini, para Fasilitator diharapakan dapat membantu Pemerintah Daerah dalam menuntaskan RTG.

” Banyak persoalan di lapangan membuat keberadaan Fasilitatator menjadi sangat penting,” pungkasnya . [] Rji / HMS

Berita Terkait

Leave a Reply