Ribuan Massa Aksi di Lombok Timur Mengecam Pernyataan Mizan Qudsiyah

  • Whatsapp
M. Guntur Halba, saat menyampaikan orasi di depan massa aksi./ Foto : Suandi Ys/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Ribuan massa aksi yang tergabung dalam pecinta ulama TGH. L. Ali Batu menggelar aksi damai di depan kantor Bupati Lombok Timur, sebagai bentuk respon terhadap ucapan Ustaz Mizan Qudsiyah dalam ceramahnya satu tahun lalu yang dianggap melukai ribuan masyarakat Lombok.

Hasil pantauan wartawan ntbpos.com dilapangan, pelaksanaan aksi damai yang ditemui langsung oleh Bupati, wakil Bupati, Sekda, Kapolres serta Dandim 1615/Lotim berjalan aman terkendali tanpa ada tindakan-tindakan anarkis.

Dalam orasinya, massa menyuarakan kecintaannya terhadap leluhurnya yang dianggap cukup banyak berjasa dalam membentuk adab dan akhlakul karimah kepada masyarakat Lombok sehingga sampai hari ini bisa hidup rukun dan berdampingan serta saling menghargai.

Selain itu, massa juga mengecam keras pernyataan ustaz Mizan Qudsiyah karena perkataannya dianggap tidak pantas keluar dari orang yang paham agama dan berpendidikan tinggi.

Koordinator aksi yang juga tokoh masyarakat Desa Sakra, M. Guntur Halba mengatakan, dalam menjalankan aksi damai hari ini, pihaknya sangat mengedepankan akhlak baik karena itu merupakan warisan yang ditinggalkan para ulama-ulama di daerah ini.

Baca Juga

“Kita sudah menyuarakan apa yang menjadi tuntutan kami dengan baik, oleh karena itu kami mohon kepada pemerintah daerah dan Kapolres Lotim untuk segera menindaklanjuti tuntutan kami, demi menjaga keamanan dan ketertiban yang sudah terbangun dengan baik,“ tegas Guntur dalam orasinya, Rabu, 5 Januari 2022.

Atas nama ribuan massa aksi, Guntur menegaskan apabila yang bersangkutan tidak segera diproses hukum, maka massa akan melakukan sesuatu yang tentunya dapat memberikan efek jera kepada siapapun yang menyebarkan ujaran kebencian.

“Kami tidak peduli siapapun dia, apapun latar belakang kehidupannya, jika dia menyebarkan ujaran kebencian di daerah maka harus ditindak tegas dan dihukum sesuai dengan perbuatannya,“ tegasnya.

Dirinya juga meminta kepada Pemerintah Lombok Timur untuk meneruskan apa yang menjadi tuntutan massa aksi ke pemerintah provinsi, bahkan pemerintah pusat, dengan harapan kedepan masyarakat Lotim bisa hidup aman dan damai.

Setelah selesai menyampaikan aspirasinya, Guntur meminta semua masyarakat untuk bubar dengan tertib dan kembali menjalankan aktivitas di rumah masing-masing seperti biasa.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy di tengah kerumunan massa menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada semua masyarakat yang sudah menyampaikan aspirasinya dengan sejuk, damai dan berakhlak.

“Selama ini saya pribadi, sudah 8 tahun menjadi Bupati Lombok Timur tidak pernah melihat suasana seperti ini (unjuk rasa, red). Biasanya demo-demo sebelumnya mengeluarkan kalimat mencaci-maki, tapi ini tidak, Alhamdulillah,“ katanya.

Dirinya juga menegaskan bahwa demokrasi yang sebenarnya adalah menyampaikan aspirasi secara damai dan sejuk seperti yang sudah diajarkan oleh guru-guru serta ulama bahkan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. np

Berita Terkait

Leave a Reply