Ratusan Massa Bercadar Bakar Sejumlah Fasilitas Yayasan As-Sunnah Lombok

  • Whatsapp
Salah Satu Mobil Milik Markaz As-Sunnah Desa Bagik Nyaka Santri Kecamatan Aikmel, Dibakar Ratusan Massa. / Foto : Unrara/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Ratusan massa menggunakan cadar dan membawa klewang (senjata tajam), membakar mobil dan merusak sejumlah fasilitas milik Yayasan As-Sunnah Lombok, Desa Bagik Nyaka Santri, Kecamatan Aikmel Lombok Timur, Ahad, 2 Januari 2022, sekitar pukul 02.00 Wita, dini hari.

Pantauan NTBPOS.com di lokasi kejadian perkara (TKP), terlihat enam kendaraan roda empat ikut rusak (satu unit dibakar) dan sejumlah kendaraan roda dua menjadi sasaran amuk massa.

Selain itu, warung makan di pinggir jalan dan rumah warga juga ikut menjadi sasaran pengerusakan. Hingga saat ini, tempat kejadian sudah dipasangkan garis polisi (Police Line) .

“Massa yang berdatangan diperkirakan mencapai 300-an orang ini berjalan baris tiga menuju Ponpes As-Sunnah Bagik Nyaka Santri, rata-rata memakai cadar dan membawa pedang (kelewang),“ tutur saksi mata, Masdarni, kepada wartawan NTBPOS.com.

Masdarni menuturkan, dia dan rekannya yang jaga malam pada saat itu sedang bermain kartu di pinggir jalan. Saat massa datang menunju tempat kejadian, rekannya di todong hingga lari ke dalam kampung.

Baca Juga

“Kami di kejar sampai dalam kampung, massa juga mau merusak masjid Jamaluddin, tapi kami bersama warga menghadang ratusan massa tersebut masuk,“ tuturnya.

Dia menduga, kejadian ini ada kaitannya dengan penolakan pembangunan masjid As- Sunnah di dusun Mamben Daya. Kabarnya, masjid tersebut masih dikerjakan pada malam hari, walaupun Pemerintah Daerah sudah melarang.

“Setelah dari Ponpes As-Sunnah Bagik Nyaka, massa kembali merusak masjid yang sedang di bangun di Mamben Daya”, tuturnya.

Sementara itu, satpam Yayasan As-Sunnah Lombok, Bagik Nyaka, Suliadi mengatakan, sejumlah massa ini langsung masuk merusak fasilitas yang ada. Satu unit mobil dibakar dan fasilitas yang lainnya juga ikut dirusak.

Dia beserta rekan piketnya malam itu, lari dan tidak berani mendekat pada saat kejadian. Setelah itu pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Aikmel.

Dikatakan, diduga ada oknum Polisi yang mengawal dari arah Mamben menuju yayasan As-Sunnah, tetapi tidak sampai ke lokasi kejadian.

“Saya lihat lampu serine di belakang ngawal massa ini, tetapi sebelum sampai Bagik Nyaka, mobil itu kembali,“ terangnya.

Menyikapi kejadian tersebut, Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono mengatakan akan melakukan penyelidikan terkait dengan ujaran kebencian yang diduga menjadi pemicu adanya gerakan masyarakat di Yayasan As-Sunnah Aikmel.

“Kami menduga karena adanya potongan video yang disebar kemudian menjadi viral, menjadi penyebab terjadinya gerakan massa tadi malam,“ ujarnya.

Berdasarkan informasi dilapangan, Herman menyebut bahwa kelompok masyarakat yang melakukan penyerangan ke Yayasan As-Sunnah malam tadi, diperkirakan berjumlah 300-an orang.

“Setelah melakukan pengrusakan di Yayasan As-Sunnah, massa kemudian bergerak menuju lokasi pembangunan masjid dan melakukan pengrusakan juga disana,“ jelasnya.

Herman menyatakan bahwa saat ini, tim dari Polres Lotim sedang mendalami motif kejadian tersebut untuk mengungkap secara terang benderang kejadian di Yayasan As-Sunnah.

“Kami menghimbau kepada semua masyarakat supaya bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas. Terkait dengan pengrusakan maupun adanya ujaran kebencian ini, percayakan semuanya kepada aparat. Kami akan melakukan penegakan dan proses hukum yang profesional dan proporsional,“ pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply