Puluhan Warga Penerima Banpres PNM Mekar BNI Dibubarkan Polisi

  • Whatsapp
Iptu I Dewa Gede Wija Astawa, Kapolsek Kota Selong, Lombok Timur. / Foto: Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Puluhan nasabah yang berkerumun di depan kantor BNI Pancor Lombok Timur, dibubarkan personel Polsek Kota Selong karena dianggap tidak mematuhi dan melanggar protokol kesehatan covid-19.

Kerumunan tersebut dipicu karena nasabah yang mendapat Bantuan Presiden (Banpres) PNM Mekar harus mendatangi petugas Bank untuk membuka blokiran ATM supaya bisa mencairkan dana bantuan tersebut.

Kapolsek Kota Selong, Iptu I Dewa Gede Wija Astawa mengatakan, pembubaran dilakukan karena melanggar protokol kesehatan covid-19 yaitu berkerumun dan tidak menjaga jarak.

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak BNI supaya jumlah nomor antrian yang sebelumnya 50 nomor, kami akan minta ditambah menjadi 75 atau 100 perhari dan menyiapkan nasabah tempat tunggu agar bisa mengatur protokol covid,“ katanya, Kamis, 15 April 2021.

Selain itu, lanjutnya, awalnya petugas BNI mulai membuka pengambilan nomor antrian mulai pukul 08.00 wita namun setelah kejadian ini, pihaknya meminta untuk pengambilan nomor antrian dimulai pukul 07.00 wita.

Baca Juga

Sementara itu, salah satu nasabah BNI penerima bantuan melalui PNM Mekar asal Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Johariati menuturkan, dirinya sudah 5 hari berturut-turut datang ke kantor BNI namun belum bisa dilayani.

“Sudah 5 hari ini saya kesini dan belum dapat dilayani karena tidak pernah dapat nomor antrian, padahal pagi-pagi saya kesini tapi nomor antrian sudah habis,“ tuturnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa uang yang akan dia terima dari bantuan tersebut sebanyak satu juta dua ratus ribu rupiah.

Hal senada juga diungkapkan Ika Yuliani, nasabah penerima bantuan asal Kelotok, Desa Wakan Kecamatan Jerowaru, dirinya meminta supaya petugas bank memberikan solusi untuk menghindari kerumunan.

“Kita semua butuh uang, apalagi saat-saat bulan ramadhan kebutuhan meningkat, kami mohon kepada petugas bank untuk memberikan kemudahan dalam proses pencairan bantuan ini,“ ujarnya.

Dirinya juga mempertanyakan, kenapa harus memblokir ATM sehingga menyulitkan warga untuk melakukan pencairan. Untuk bisa melakukan pencairan, masyarakat harus berbondong-bondong ke bank untuk membuka blokiran.

“Kalau memang terblokir oleh sistem, kenapa tidak dibuka lagi langsung dan saya yakin pihak bank juga pasti tau kok nama-nama penerima bantuan itu, jadi tidak mesti warga harus berangkat dini hari ke bank untuk mendapat nomor antrian, kan kasian kita yang perempuan,“ katanya.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Outlet BNI Selong, I Gusti Ayu Sri Artati mengatakan, kaitan dengan nomor antrian, tetap akan dikendalikan oleh pihak bank.

“Sehari itu kita melayani bukan saja 50 antrian, bahkan ratusan tapi tidak semua dari ratusan yang kita verifikasi itu mendapat bantuan, banyak juga yang tidak dapat bantuan. Hari ini saja kami sudah melakukan verifikasi berkas nasabah hingga lebih 150 berkas,“ katanya. np

Berita Terkait

Leave a Reply