Polres Lotim dan Polhut Tangkap Pemburu Liar di Kawasan TNGR

  • Whatsapp
    Pelaku pemburu hewan liar, JAN (29) dan MUS (44), ditangkap di Kawasan TNGR diketahui pelaku dari Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Polres Lombok Timur, Bersama Balai TNGR berhasil menangkap pelaku perburuan hewan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Selasa, 3 September 2019 sekitar pukul 11.47 WITA. Pengungkapan perburuan hewan liar ini berdasrkan Laporan Polisi dengan Nomor : LP/578/IX/YAN/.2.5/2019/NTB/Res Lotim.

Polres Lombok Timur yang mendapatkan informasi dari masyarakat, tentang adanya 2 orang yang membawa senapan angin ke kawasan TNGR, di Dusun Joben, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading. Kedua orang tersebut dicurigai akan melakukan perburuan di kawasan TNGR.

Menindak lanjuti informasi tersebut, Satreskrim Polres Lombok Timur, Polsek Montong Gading, dan Petugas TNGR melakukan penyelidikan menyusuri kawasan TNGR. Setelah melakukan penelusuran, kecurigaan masyarakat tentang adanya aktivitas perburuan hewan liar didalam kawasan TNGR memang terbukti.

” Setelah petugas melakukan penyelidikan di dalam kawasan hutan, ternyata memang benar. Di dapatkan 2 orang yang sedang berada di dalam kawasan hutan, sedang melakukan perburuan dengan menggunakan senapan angin ,” terang Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Yogi Purusa Utama.

Baca Juga

Adapun identitas kedua orang tersebut adalah JAN (29) dan MUS (44), yang berasal dari Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Pada saat menangkap kedua pelaku perburuan liar tersebut, petugas menemukan 2 ekor Lutung yang telah di kuliti.

” Pada saat ditangkap, tersangka sedang membawa hasil buruannya berupa potongan daging Lutung yang sudah di kuliti. Dan, setelah tersangka di introgasi, ternyata masih ada satu ekor lutung yang juga sudah di kuliti, disimpan didalam jok sepeda motor milik tersangka ,” tutur Yogi.

Dari hasil interogasi oleh petugas, diketahui bahwa para pelaku telah melakukan aksi perburuan sebanyak 3 kali. Ironisnya, kedua tersangka mengaku bahwa berburu hewan dilindungi hanya untuk mengkonsumsi dagingnya.

” Menurut pengakuan dari tersangka, bahwa perburuan tersebut dilakukan kurang lebih sebanyak 3 kali. Dan hasil buruannya di konsumsi sendiri ,” ungkap Yogi.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Lombok Timur. Adapun barang bukti yang diamankan petugas adalah 2 uni sepeda motor, 1 pucuk senapan angin. 2 ekor Lutung yang sudah di potong dan di kuliti.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a dan huruf b Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No. 5 Tahun 1990, Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE) . [] Ded

Berita Terkait

Leave a Reply