Polisi Beberkan Fakta Kericuhan di Kotaraja, Tidak Ada Korban Tertembak

  • Whatsapp
Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono, Saat Memberikan Klarifikasi Beredarnya Berita Penembakan./ Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Beredarnya berita yang termuat di media luar daerah tentang penembakan terhadap 2 warga Kotaraja oleh anggota Brimob saat melakukan pengamanan kerusuhan warga ternyata tidak benar.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono menegaskan bahwa, pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta lapangan akibat Media tidak melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian. Apalagi saat kejadian, tidak ada anggota Brimob di lokasi.

“Yang melakukan pembubaran masa adalah anggota dari Polsek setempat dibantu tim Sabhara dan kami tegaskan bahwa tidak ada tembakan peluru karet apalagi tajam ke arah masa, yang ada hanya tembakan gas air mata untuk mengurai masa,“ jelasnya, Rabu, 10 November 2021.

Herman menyebut bahwa pihaknya juga tidak mungkin akan menyakiti warga. Dijelaskannya bahwa, persoalan berawal dari seminggu yang lalu, dimana warga atas nama Haji A, diduga melakukan penghinaan kepada salah satu tokoh setempat atas nama Tuan Guru M dan timbul keresahan di tengah masyarakat.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Selanjutnya pada hari Senin kemarin, para tokoh di Kotaraja kami undang ke Polres untuk mencari Alternative Dispute Resolution (ADR) dan bersepakat bahwa Undang-undang ITE yang menjerat Haji A, bisa diselesaikan melalui ADR,“ katanya.

Baca Juga

Setelah ada solusi, tambah Herman, selanjutnya dari penyidik mendampingi Haji A ke rumah tuan guru M untuk meminta maaf secara langsung, namun dari kalangan pemuda belum puas sehingga terjadi keributan.

“Malam itu kami melakukan evakuasi terhadap Haji A dan berupaya melakukan pembubaran masa, setelah itu Bhabinkamtibmas setempat menemukan 1 orang korban terluka di bagian kepala belakang yang menurut isu berkembang, korban penembakan,“ ungkapnya.

Hal tersebut diperkuat oleh penjelasan Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, IPTU M. Fajri, sesuai keterangan yang diberikan korban saat dimintai keterangan.

“Berdasarkan laporan hasil visum, ada beberapa luka yang dialami oleh korban, yakni luka di kepala bagian belakang telinga sebelah kanan, luka lecet di kedua tangan dan kaki,“ tandasnya.

Adapun luka tersebut, lanjutnya, terutama dibagian kepala bukan disebabkan oleh peluru ataupun benda tajam melainkan benturan benda tumpul.

“Keluarga korban juga menyebut, korban saat itu berupaya lari karena mendengar ledakan dari tembakan gas air mata, saat itu korban terjatuh akibat sendal terjepit. Masih dalam posisi terjatuh, korban saat merasa ada lemparan batu yang mengenai kepalanya,“ pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply