Pihak RSUD Selong Klarifikasi Soal Jenazah Yang Tertukar

  • Whatsapp
Rahmat, Kasubag Humas dan Hukum RSUD dr. R Soedjono Selong, Lombok Timur./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Viralnya pemberitaan jenazah yang tertukar di RSUD dr. R Soedjono Selong beberapa hari lalu menghebohkan dunia maya. Pasalnya, jenazah yang seharusnya diantar ke Aikmel, diantar ke Montong Betok.

Terkait pemberitaan itu, pihak Rumah Sakit memberikan klarifikasi melalui Kasubag Humas dan Hukum RSUD, Rahmat. Ia menyebut saat itu ada 2 pasien rawat inap yang meninggal dalam waktu bersamaan.

“Tumben ada dua orang pasien meninggal dalam waktu bersamaan saat itu, yakni Hj. Astuti (57) asal Montong Betok, Kecamatan Montong Gading dan Inaq Marhamah (70) asal Bagek Nyaka Kecamatan Aikmel,“ katanya, Jum’at, 13 Agustus 2021.

Rahmat menjelaskan, saat kedua pasien dinyatakan meninggal, petugas ruangan langsung menginformasikan petugas pemulasaraan jenazah sesuai dengan prosedur. Kemudian petugas pemulasaraan melakukan kordinasi dengan sopir ambulan untuk dibawa ke rumah masing-masing.

“Saat itu jenazah Inaq Marhamah yang siap terlebih dahulu untuk diantar kerumah duka di Bagik Nyaka, setelah jenazah dinaikkan ke ambulan, kemudian sopir mencari keluarga almarhumah namun saat itu sopir hanya mengingat jenazah Hj. Astuti,“ ujarnya.

Baca Juga

Menurutnya, kejadian itu hanya karena miskomunikasi, sopir ambulan yang seharusnya memanggil keluarga jenazah asal Bagik Nyaka namun yang dipanggil justru sebaliknya, sehingga yang naik ke Ambulan adalah keluarga jenazah yang dari Montong Betok.

“Kesalahan itu diketahui setelah jenazah tiba di Montong Betok dan dibawa masuk oleh keluarga, sebelum sopir ambulan meninggalkan rumah duka, pihak keluarga Hj. Astuti memberitahu sopir bahwa jenazah yang diantar salah,“ tandasnya.

Atas kejadian itu, lanjutnya, sopir masih bersikap tenang dan langsung menghubungi sopir ambulan yang sedang piket pada waktu itu dan menginformasikan bahwa jenazah yang ia bawa salah.

“Saat itu sopir piket yang dihubungi langsung menyiapkan jenazah Hj. Astuti untuk diantar ke Montong Betok. Pihak keluarga pada waktu itu cukup koperatif dan meminta sopir ambulan segera membawa jenazah Inaq Marhamah,“ imbuhnya.

Selanjutnya, setelah beberapa waktu menunggu, jenazah Inaq Marhamah tiba di rumah sakit dan pihak keluarga sudah siap, sedangkan jenazah Hj. Astuti sudah siap di ambulan. Sehingga, hampir dalam waktu bersamaan, sopir berangkat ke Montong Betok dan Bagek Nyaka.

“Jadi setelah kami telusuri, memang betul sopir mengakui kesalahannya karena keliru menyebut pada saat memanggil keluarga jenazah,“ tutupnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply