Petugas Retribusi Pasar Aikmel Diduga Mencekik Seorang Ibu Penjual Pisang

  • Whatsapp
Halimah (Jilbab Merah) bersama Saksi Mata, Inaq Haerudin./Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR – Peristiwa pemukuluan seorang pedagang kaki lima oleh oknum petugas pungut retribusi di Pasar Aikmel Kecamatan Aikmel. Hal itu dilakukan diduga lantaran petugas tak sabar menerima uang keamanan dari korban.

Halimah (55), warga Dusun Kampung Banjar Desa Aik Prape Kecamatan Aikmel menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh L. Muhamad Yasin alias Miq Acin (60).

Berdasarkan keterangan korban kepada NTBPOS di rumahnya pada Hari Sabtu, 29 Mei 2021, dirinya mengaku sedang menjajakan barang dagangannya sekitar pukul 05.00 Wita, namun saat itu belum ada satupun pembeli, kemudian oknum petugas tersebut datang dan meminta uang retribusi.

“Barang saya belum ada yang laku makanya saya belum bisa penuhi permintaanya untuk membayar retribusi. Saya baru datang dan belum ada pembeli,“ katanya.

Dalam percakapan itu, lanjutnya, oknum tersebut menganggapnya melawan dan tidak mau bayar retribusi padahal ia akan bayar setelah ada pembeli.

Baca Juga

Diduga karena ketersinggungan oknum tersebut atas jawaban korban, sempat terjadi cekcok dan spontan oknum petugas tersebut memukul korban menggunakan bendelan karcis yang dibawanya hingga mulut korban berdarah.

“Pelaku tidak sabar kemudian mulut saya dipukul menggunakan bendelan karcis retribusi dan dia mencekik saya sampai saya kecing ditempat,“ tuturnya.

Setelah kejadin itu, dirinya mengaku diintimidasi pelaku untuk tidak melanjutkan kasusnya saat dirinya melaporkan kejadian itu ke Polsek Aikmel dengan menawarkan korban uang sejumlah 500 ribu rupiah.

“Saya bertemu dengan Miq Acin di polsek untuk mediasi dan berdamai dengan menawarkan saya uang sebanyak 500 ribu, tapi saya tidak mau,“ paparnya.

Sementara dari keterangan saksi mata, Inaq Haerudin (58), membenarkan peristiwa itu dan sempat melerai namun dirinya juga dimarahi oleh petugas itu.

“Saya berjualan di dekat korban, setelah kejadian pemukulan itu, saya ajak korban mencuci bekas darahnya ke kamar mandi dan pelaku marah dan menyuruh saya pergi saat saya berusaha menenangkan keduanya,“ tuturnya.

Sedangkan berdasarkan informasi dari sejumlah buruh pasar, Miq Acin sering melakukan kekerasan kepada penjual di pasar Aikmel dan membuang barang dagangan orang ke jalan jika telat diberikan uang retribusi.

“Miq Acin ini juga pernah diberhentikan karena membawa kabur uang retribusi, sejak kepala pasar baru dia ditarik kembali,“ tutur buruh pasar yang tak ingin disebut namanya.

Akibat pemukulan itu, korban sempat mengaku pusing dan dibawa ke Puskesmas serta trauma atas kejadian itu.

Tidak terima dengan perlakuan petugas itu, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Aikmel.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Aikmel, I Wayan Gede Sumarsana membenarkan adanya laporan atas peristiwa pemukulan tersebut.

“Benar ada laporan atas peristiwa di pasar Aikmel, kami akan tindaklanjuti dengan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan,“ ungkapnya.

Dari keterangan terlapor, lanjutnya, terlapor mengakui perbuatanya kepada korban dan sepontanitas karena korban tidak mau memberi uang retribusi dengan alasan barang dagangannya belum laku.

“Kami sita barang bukti berupa bendelan bukti retribusi yang digunakan memukul oleh pelaku,“ terangnya.

Lebih lanjut, Wayan akan menghadirkan pelapor dan terlapor beserta saksi pada hari Senin, 31 Mei 2021 untuk mediasi di polsek Aikmel. np

Berita Terkait

Leave a Reply

1 comment