Petani Lotim Sudah Bisa Menebus Pupuk Subsidi MT 1 2022 di Pengecer

  • Whatsapp
Salah satu toko pupuk di wilayah Kecamatan Keruak./ Foto : Hardi/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Keresahan petani di Lombok Timur akan kelangkaan pupuk sudah terjawab. Setelah menunggu proses perampungan administrasi, pupuk subsidi untuk Musim Tanam (MT) 1 tahun 2022, kini sudah bisa ditebus di pengecer.

Salah satu pengecer resmi yakni UD Serbaguna Desa Setungkeplingsar Kecamatan Keruak, yang didatangi awak media ntbpos.com melihat langsung proses penebusan pupuk subsidi itu pada Senin, 3 Januari 2022.

Beberapa Ketua Kelompok tani yang kelompoknya masuk ke UD Serbaguna datang langsung melakukan penebusan.

Pemilik UD Serbaguna, Mujahidin mengatakan, proses penebusan sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dimana pupuk yang ditebus harus sesuai dengan jatah masing-masing petani yang tertera di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

“Harganya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah tertera di aturan. Ndak berani kami menaikkan harga dan itu langsung kami antarkan ke rumah ketua kelompok taninya,“ katanya ketika ditemui di kiosnya di Desa Setungkeplingsar.

Baca Juga

Dijelaskannya, untuk penebusan sendiri, petani bisa melalui ketua kelompok taninya dan bisa juga langsung nebus sendiri di pengecer. Namun syaratnya harus menyerahkan foto copy KTP dan atas pengetahuan dari ketua kelompok tani yang bersangkutan.

“Tapi karena pendistribusian pupuk ini bertahap, kami juga sebisanya mengatur penebusan ke petani. Selain jatahnya tidak bisa dipenuhi semuanya, kami juga memprioritaskan petani yang benar-benar butuh dulu,“ imbuhnya.

Karena jatah pupuk subsidi yang dialokasikan ke petani tidak mencukupi kebutuhan, dirinya menyarankan untuk membeli pupuk yang non subsidi untuk memenuhi kekurangan itu. Tapi untuk pembelian yang non subsidi bisa dibeli dimana saja, tidak mesti di kios miliknya.

Terpisah, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Lotim, Lalu Kasturi yang dihubungi via WhatsApp menjelaskan, pendistribusian dan penebusan pupuk subsidi itu direalisasikan setelah Surat Keputusan (SK) dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur keluar sejak tanggal 22 Desember 2021.

Berdasarkan data yang tertera dalam SK tersebut, jenis dan jumlah kebutuhan pupuk di Lombok Timur berdasarkan kebutuhan RDKK dengan yang dialokasikan sudah ditetapkan dari pusat, berikut dengan persentase terpenuhinya kebutuhan itu.

Kebutuhan pupuk Urea berdasarkan RDKK sebanyak 41.319 kg, sementara alokasinya sebanyak 29.368 kg, dengan persentase 71.08%. Sedangkan untuk NPK, kebutuhan berdasarkan RDKK sebanyak 58.702 kg, sementara alokasinya sebanyak 8.824 kg dengan persentase 15.03%.

Selanjutnya, untuk Organik Granul, kebutuhan berdasarkan RDKK nya sebanyak 88.637 kg, sementara alokasinya sebanyak 3.435 dengan persentase 3.88%.

Mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET), dia menyebutkan masih menggunakan Permentan nomor 49 tahun 2020. Karena Permintan tahun 2021 belum diterbitkan, dan alokasi pupuk subsidi tahun 2022, dikatakan menggunakan Surat Menteri Pertanian. np

Berikut daftar HET yang tertera dalam Permentan no 49 tahun 2020 itu;

1. Pupuk Urea = Rp. 2.250 per kg
2. Pupuk SP-36 = Rp. 2.400 per kg
3. Pupuk ZA = Rp. 1.700 per kg
4. Pupuk NPK = Rp. 2.300 per kg
5. Pupuk NPK Formula Khusus = Rp. 3.300 per kg
6. Pupuk Organik Granul = Rp. 800 per kg
7. Pupuk Organik Cair = Rp. 20.000 per liter

Berita Terkait

Leave a Reply