Pengembangan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Jerowaru, 1.500 Pohon Ditanam

  • Whatsapp
Pengunjung Wisata Hutan Mangrove, Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru, Menikmati Keindahan di Dalamnya./ Foto : Suandi Ys / www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur menghadiri kegiatan menanam 1.500 pohon mangrove yang diinisiasi oleh Yayasan Alumni Sekolah Pendidikan Guru Negeri Selong, bertempat di kawasan wisata hutan Mangrove Poton Bako, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Minggu, 9 Januari 2022.

Kegiatan yang mengangkat tema “Berajong Rembak” tersebut, didukung oleh aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), dilakukan dalam rangka memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur, M. Zaidar Rahman mendukung serta mengapresiasi kegiatan tersebut. Dirinya berharap, hal serupa dapat terus dilakukan oleh komunitas maupun kelompok yang lain.

“Kami berharap kegiatan hari ini tidak hanya menanam, namun tentu juga bisa dipelihara bersama masyarakat, karena kalau setelah ditanam kemudian tidak dipelihara, kan percuma,“ katanya.

Jika sudah dipelihara dengan bagus, lanjutnya, kemudian semua masyarakat tumbuh rasa memilikinya, maka kedepan bisa dimanfaatkan menjadi tempat wisata mangrove yang lebih luas.

Baca Juga

“Seperti yang kita lihat sekarang bahwa, saat ini sudah ada tempat wisata yang unik yang jarang bisa dilihat di banyak tempat. Saat ini saja sudah bisa mendatangkan banyak wisatawan,“ ujarnya.

Ia juga berharap, Pokdarwis yang ada ditempat itu bisa terus berinovasi untuk menjadikan wisata mangrove yang ada menjadi tempat yang sejuk, nyaman dan menarik sehingga dapat mengundang lebih banyak lagi orang berkunjung ke tempat tersebut.

“Kalau tempatnya sudah aman dan nyaman, maka untuk menarik minat pengunjung yang lebih banyak, mungkin bisa ditambah dengan wisata kuliner dan yang lainnya,“ ungkapnya.

Selain di Poton Bako, Zaidar juga mengatakan akan terus melakukan hal-hal serupa di lokasi yang lain seperti Sambelia, Pare Mas dan Ekas Buana. Tanaman mangrove perlu terus dikembangkan untuk menjaga lingkungan dari abrasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kecamatan Jerowaru, Pemerintah Desa Jerowaru dan Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram. np

Berita Terkait

Leave a Reply