Pemda Lotim Ajukan Perubahan KUA dan PPAS APBD untuk Penyesuaian

  • Whatsapp
H. M. Sukiman Azmy, Bupati Lombok Timur./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy menghadiri rapat Ke-1 Paripurna XII masa sidang III DPRD Kabupaten Lombok Timur, yang berlangsung di Rupatama DPRD, Rabu 18 Agustus 2021.

Penyampaian pengantar dan penjelasan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Platfond Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2021 menjadi agenda rapat tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati menjelaskan upaya Pemerintah Daerah dalam mencapai indikator program dan kegiatan serta memenuhi target capaian kinerja sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2021, dengan menyusun dan mengajukan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS APBD Tahun Anggaran 2021.

Langkah tersebut ditujukan pula untuk menjawab penanganan kondisi rill masyarakat guna mempercepat penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Perubahan tersebut diantaranya sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi dalam KUA dan PPAS APBD Induk Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2021, baik pada sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan.

Baca Juga

Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan SILPA, refocusing dana transfer, dalam hal ini berkurangnya Dana Alokasi Umum (DAU) sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang pengelolaan transfer ke Daerah dan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan Covid-19 dan dampaknya.

Beberapa hal yang mengalami pergeseran maupun perubahan dari sisi Pendapatan dan Belanja Daerah antara lain, perubahan pendapatan dari Rp. 2,822 triliun menjadi Rp. 2,815 triliun lebih atau mengalami penurunan sebesar Rp. 7,141 miliar lebih.

Selain itu, belanja daerah juga mengalami pengurangan sebesar Rp. 69,474 miliar lebih. Dari anggaran semula sebesar Rp 3,121 triliun lebih menjadi sekitar Rp. 3,52 triliun.

Sementara dari sisi penerimaan pembiayaan pada APBD Induk Tahun Anggaran 2021, dianggarkan sebesar Rp.307,963 miliar lebih menjadi sebesar Rp. 245,630 miliar lebih atau menurun Rp. 62,333 miliar lebih.

Sedangkan pada sisi pengeluaran pembiayaan tidak mengalami perubahan atau tetap sebesar Rp. 9 miliar yang dipergunakan untuk penyertaan modal (Investasi) Pemerintah Daerah.

Bupati juga menyampaikan upaya Pemda Lombok Timur mewujudkan Visi Lombok Timur yang adil, sejahtera dan aman sesuai Misi pertama yaitu membangun dan meningkatkan infrastruktur wilayah secara berimbang pada bidang transportasi, energi, irigasi, air bersih serta perumahan.

Di tengah kondisi keterbatasan keuangan, Pemda terus berupaya mencari sumber-sumber pendanaan untuk membiayai program kegiatan prioritas, khususnya terkait dengan masalah kekurangan air bersih.

“Hasilnya pada Tahun Anggaran 2021 ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik telah menyetujui usulan Program pembangunan SPAM,“ katanya.

Program tersebut adalah upaya menyuplai air dari bagian utara untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah selatan. Dengan anggaran sebesar Rp. 90,850 miliar, ditarget dapat menghasilkan debit air sekitar 150 liter/detik guna memenuhi kebutuhan air di 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru. np

Berita Terkait

Leave a Reply