Pembelajaran Tatap Muka Harus Menunggu Capaian 80 Persen Vaksinasi

  • Whatsapp
Achmad Dewanto Hadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur./ Foto : Hardi/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Pembelajaran tatap muka pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur pada semester genap, masih memberlakukan sistem shift (gantian, red) dengan kapasitas sebanyak 50 persen.

Hal itu berdasarkan surat edaran dari 4 menteri yakni Kemendikbud, Kemenag, Kemenkes, dan Kemendagri yang dikeluarkan tanggal 22 Desember lalu.

Meski demikian, Kepala Dikbud Lotim Achmad Dewanto Hadi mengatakan, pelaksanaan sistem shift itu berbeda dari sebelumnya, yakni pada waktu belajar.

Jika yang sebelumnya waktu belajar sehari 3 jam, kedepannya satu hari akan belajar selama 6 jam.

“Jadi yang membedakan pelaksanaannya (belajar tatap muka, red) itu pada waktu belajarnya,“ ujarnya.

Baca Juga

Untuk sistem shift itu sendiri, Hadi mengatakan menggunakan shift hari, bukan jam. Hal itu dilakukan untuk menghindari potensi kerumunan yang kemungkinan terjadi ketika pergantian jam.

Sementara pengaturan shift dengan mempertimbangkan jumlah siswa dan ruang kelas yang tersedia, itu diberikan wewenang kepada masing-masing sekolah.

Yang jelas, katanya, semua fasilitas yang ada harus dimanfaatkan dan dimaksimalkan seefektif mungkin.

Sementara untuk bisa melaksanakan proses belajar tatap muka normal 100 persen, capaian vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 harus sudah mencapai 80 persen lebih.

Acuan vaksinasi itu, lanjutnya, berdasarkan surat edaran empat menteri itu dibagi jadi dua bagian. Baik yang vaksinasi lingkup sekolah maupun masyarakat secara umum.

“Kemarin sudah dilakukan vaksinasi untuk umur 12 ke atas, kedepannya kami sedang berkoordinasi dengan Dikes untuk melakukan vaksinasi umur 6-12 tahun,“ tutupnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply