Pemasaran Produk UPT Logam Kotaraja Butuh Sentuhan Pemda Lotim

  • Whatsapp
L. Alwan Wijaya, Sekretaris Dinas Perindustrian Lombok Timur./ Foto : Unra / www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Dengan telah diresmikannya mesin digital pembuatan spandek dan kanal C, produksi UPT Logam Kotaraja, Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Timur (Lotim) membutuhkan kebijakan untuk pemasaran hasil produksi dari Pemerintah Daerah.

Terkait dengan produksi barang, tidak ada masalah asalkan pemasarannya jelas, sehingga perlu kebijakan pemda dalam melibatkan pihak ketiga. Hal itu dikatakan Sekretaris Dinas Perindustrian, L. Alwan Wijaya, kepada wartawan ntbpos.com di ruang kerjanya.

Pihaknya membutuhkan sentuhan kebijakan dari pemda, sehingga produk yang dihasilkan dapat terpenuhi dan dikenal luas, karena secara pangsa pasar, dapat dikatakan belum banyak yang tahu.

“Namanya kita baru, tentu kita butuh sentuhan pemda karena biaya produksi membutuhkan biaya yang sangat besar,“ ungkapnya.

Dijelaskan Alwan, pemerintah dilarang untuk berbisnis. Untuk itu membutuhkan cara yang strategis untuk memasarkannya yaitu menggunakan pihak ketiga, seperti membentuk Industri Kecil Menengah (IKM).

Baca Juga

Melalui IKM, dapat membentuk kelompok pengusaha sebagai pemegang modal (Konsorsium) untuk membentuk koperasi sebagai penyedia bahan baku.

“Pemegang modal ini bisa saja dari toko bangunan yang menjual spandek dan kanal C,“ terangnya.

Selanjutnya, konsorsium juga dapat memproduksi bahkan hingga pemasaran. Pemda hanya mengambil biaya jasa layanan, biaya pemeliharaan dan tenaga kerja.

“Sehingga akan enak hitung hitungannya untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),“ pungkasnya.

Lebih lanjut, terkait izin edar, termasuk izin Standar Nasional Indonesia (SNI) produk, sedang dalam proses.

Sambil menunggu proses itu, UPT Logam Kotaraja diberikan jangka waktu untuk memperkenalkan produknya ke pangsa pasar paling lama enam bulan.

“Enam bulan ini kesempatan kita untuk memperkenalkan produk asli daerah kita,“ ujarnya.

Dirinya berharap, kepada semua OPD untuk mempromosikan dan menggunakan hasil produk UPT. Logam Kotaraja, asli daerah sendiri.

“Hasil penjualannya juga kan masuk ke PAD,“ imbuhnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply