Pelayanan Puskesmas Dasan Lekong Dikeluhkan Keluarga Pasien

  • Whatsapp
Puskesmas Dasan Lekong. / Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Perawat jaga di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, diduga abai terhadap prosedur pelayanan kesehatan. Pasalnya, tenaga kesehatan tersebut memberikan obat kepada pasien Rawat Jalan tanpa keterangan jelas.

Berdasarkan prosedur pemberian obat serta pelabelan kepada, Klip obat seharusnya memiliki keterangan jelas, mulai dari nama pasien sampai aturan pakai. Namun, semua itu diabaikan.

Kejadian itu menimpa salah satu pasien rawat jalan yang saat berobat ke Puskesmas Dasan Lekong pada Senin (1810) kemarin. Obat yang diberikan Nakes kepada pasien tidak jelas keterangan nama obat maupun dosisnya.

“Setidaknya petugas yang jaga konsultasi kepada dokter via telepon karena penyakit anak saya sudah seminggu. Saya berharap diberikan obat antibiotik,“ ucap ibu yang berinisial R kepada awak media yang menemaninya sore itu.

Selain itu, pasien tidak diberikan tindakan medis seperti pengecekan kondisi tubuh dan lain-lain, namun pasien langsung didiagnosa dan diberikan obat puyer.

Baca Juga

Sementara itu, Kepala Puskesmas Dasan Lekong,  M. Hermansyah saat di konfirmasi mengaku tidak mengetahui permasalahan pelayanan pemberian obat tidak sesuai prosedur itu.

“Tidak side (sasak, red) kasi tahu permasalahan ini, kami tidak tahu. Dokter juga mengaku tidak ada konsultasi masalah obat kemarin,“ ucap Herman di ruangannya bersama dokter saat di temui wartawan media ini, Selasa, 19 Oktober 2021.

Obat puyer yang diberikan itu, lanjutnya, hanya obat sementara, biasanya nakes memberikan saran jika tidak ada perubahan meminta untuk datang lagi pada waktu dokter piket untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

“Kalau pemberian obat antibiotik, nakes harus laporan dulu ke dokter lewat telepon jika dokter tidak ada. Tidak boleh asal diberikan,“ tegasnya.

Dirinya bersama dokter sebagai penanggugjawab berjanji akan menegur dan memberikan pembinaan kepada Nakes untuk lebih teliti dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan keteledoran kami dan akan kami tindak tegas untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik,“ ucapnya.

Herman sangat berterima kasih kepada semua pihak, termasuk media yang sudah memberikan masukan berupa keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang tidak memuaskan.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur,  H. Pathurrahman mengatakan, permasalahan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan pembinaan dalam rangka meningkatkan pelayanan.

“Masukan seperti ini penting untuk memberikan pembinaan lebih, guna meningkatkan pelayanan lebih baik kepada masyarakat di setiap Puskesmas,“ katanya. np

Berita Terkait

Leave a Reply