PBNW Lantik 4 Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Secara Virtual

  • Whatsapp
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, melantik 4 Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Secara Serentak./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, melantik 4 Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) secara serentak yaitu PW NW Provinsi Papua, Gorontalo, Sulawesi Barat (Sulbar) dan Provinsi Sumatra Utara (Sumut) secara virtual, Minggu, 5 Desember 2021.

Dalam SK PBNW yang dibacakan Wakil Sekretaris II PBNW, Dr. M Thohri, ke empat PWNW yang dilantik masing-masing menjabat selama 5 tahun dari 2021-2026.

Untuk PWNW Papua diketuai Dr. H. Lalu Suherman dan Supiyanto sebagai Sekretaris dibantu Abdul Jadid sebagai Bendahara. Sedangkan PW NW Provinsi Sumatera Utara, diketuai Muh. Iqbal Daulay, Sekretaris, Misnan dan Bendahara Selamat Hasibuan.

Sementara untuk PWNW Provinsi Sulawesi Barat, diketuai KH. Akhyar, Sekretaris, Nawisin dan Bendahara Sarjan, sedangkan untuk PWNW Provinsi Gorontalo, Ust. Zaedun, sebagai ketua, Sekretaris dijabat Moh. Ali Imran dan Bendahara Ust. Lalu Farizal.

Kepengurusan PWNW tersebut dibantu dengan beberapa Biro dalam menjalankan program organisasi di tingkat provinsi.
Dalam arahannya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), TGKH Muhammad Zainuddin Atsani mengatakan, tradisi-tradisi yang ditinggalkan pendiri NW almagfurulahu Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, terus dilestarikan.

Baca Juga

Seperti pembai’atan kepada calon pengurus setiap kali terjadinya pelantikan pengurus NW di berbagai jenjang. “Pembai’atan ini sebagai pengikat pengurus dan berjanji setia menjalankan perintah Allah dan Rasulnya, juga menjalankan roda organisasi NW selama kepengurusannya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan dalam melaksanakan berbagai kegiatan apapun itu harus melalui hati. Artinya, jika hati ini ikhlas dan berusaha dalam menjalankan amanat organisasi maka akan semua terasa ringan dan menyenangkan, tapi begitu juga sebaliknya.

“Kalau hati ini sudah baik, maka akan terlihat pada perilaku kita sehari-hari, karena itu, mulailah dari hati dalam berjuang di NW ini dan jaga hati kita,” imbuhnya.

Diakhir sambutannya, Ketum PBNW berjanji setelah pandemi corona tidak ada lagi, jajaran PBNW kembali akan melakukan kunjungan-kunjungan ke pengurus NW  ke berbagai daerah untuk bersilaturahim dan pembinaan penguatan kepengurusan NW.

Sedang Sekjend PBNW Prof. Dr TGH Fakhrurraozi, dalam penguatan ke NWan, kepada pengurus yang dilantik mengatakan bahwa organisasi Nahdlatul Wathan ini didirikan pada tanggal 1 Maret 1953.

Organisasi itu resmi didirikan almagfurulahu Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Organisasi yang sahkan Maulana Syaikh dan organisasi yang diwariskan kepada semua anak, murid, cucu, abituren, pencinta dan semua warga NW.

Organisasi Nahdlatul Wathan sebagai embrio perjuangan Maulana Syaikh yang hari ini kita sebarluaskan visi misi beliau seantero dunia, khususnya kita di Indonesia, terus kita lakukan penyebaran ajaran-ajaran beliau yang bersumber dari Al-Quran dan Al-hadits.

“Pesan Maulana Syaikh, ada trilogi perjuangan yang sangat universal dalam organisasi NW ini. Ini adalah satu-satunya organisasi yang punya tagline, yaitu Yaqin, Ikhlas dan Istiqomah. Hanya orang yaqinlah yang akan mencapai puncak perjuangan. Maulanasyaikh memberikan keyakinan itu adalah ruh perjuangan dan modal meraih kesuksesan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Direktur Pascasarjana UIN Mataram ini, kedua adalah Ikhlas. Maulana Syaikh mengajarkan keikhlasan menjadi perekat semua keyakinan itu. Segala perjuangan pastilah ada penghalang, maka keiklasanlah kuncinya.

Maulana Syaikh banyak menjelaskan dalam wasiat renungan masa tentang keikhlasan yang muaranya Samikna wa atokna.
“Mendengar dengan keyakinan, mendengar dengan keikhlasan, maka lahirlah prinsip ketaatan. Maka berangkatlah dari keiklasan untuk memulai berjuang,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Guru Besar UIN Mataram ini adalah Istiqomah. Kenapa dihadirkan istikomah, karena ketekunan itu lebih baik dari seribu karomah. Artinya setiap orang yang istikomah itu pasti memiliki sifat sabar, tapi belum tentu orang sabar punya keistikomahan.

“Maka jadikanlah tagline NW yaitu Yaqin, Ikhlas, Istoiqomah sebagai modal perjuangan. Insya Allah semua akan mudah dan dimudahkan Allah SWT. Selamat dilantik dan selamat berjuang di organisasi NW,” pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply