Pastikan Penerapan PPKM Mikro, Wagub NTB Sambangi Desa Setanggor

  • Whatsapp
Kunjungan Wagub NTB, di Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. / Foto: www.ntbpos.co

LOMBOK TENGAH – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro Berbasis Rukun Tetangga, di samping untuk memutus rantai penularan Covid-19 ini, juga untuk menjaga kepatuhan masyarakat dalam menerapkan kearifan lokal.

“Penerapan PPKMM tersebut masyarakat mudah diberikan pemahaman dan edukasi tentang penerapan disiplin untuk menghindari penyakit akibat virus mematikan ini,” jelas wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat meninjau Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Selasa, 30 Maret 2021.

Kunjungan Wakil Gubernur yang akrab disapa Ummi Rohmi ini guna memantau langsung penerapan PPKM Mikro di desa, serta menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Tetap mengikuti aturan untuk tetap menjaga kesehatan, agar terhindar dari penyebaran virus Covid,” katanya.

PPKM Mikro ini, lanjut Ummi Rohmi, tetap memperhatikan kearifan lokal setempat, dengan mengedepankan 5M, serta melibatkan semua unsur, dari Pemdes, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan lembaga lain.

Baca Juga

“Intinya harus dijaga betul, jangan sampai interaksi kita dengan sesama warga terlalu bebas, ini maksudnya PPKM berbasis RT itu,” terangnya.

Vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat, tambahnya, semata untuk mengembalikan masyarakat agar produktif seperti sebelumnya, sehingga perekonomian masyarakat kembali pulih seperti sebelum munculnya musibah ini.

“Pemahaman inilah yang harus diedukasi oleh masyarakat, sehingga pemulihan dan percepatan ekonomi yang terpuruk sebelumnya, akan kembali seperti masa-masa sebelum munculnya pandemi covid-19 ini,” tandas Ummi Rohmi.

Sementara, Kepala Desa Setanggor, H. Kamarudin, menjelaskan bahwa ada 14 Dusun di desa Setangor. Sejak himbauan pemerintah 23 Maret lalu, desanya sudah sigap memberlakukan PPKM berbasis desa.

“Insya Allah kami jaga hingga 5 April sesuai kebijakan pemerintah. Posko Terpadu, termasuk posko berbasis RT, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Setiap aktifitas kegiatan masyarakat, tambah Kamaruddin, selalu melibatkan tim terpadu, untuk mewajibkan setiap warga selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Desa Setanggor ini, merupakan salah satu Desa Wisata yang telah beberapa kali diundang secara nasional. Hanya, masyarakat di sini membutuhkan penguatan kapasitas SDM, sehingga bisa menjadikan desa ini sebagai Ikon pariwisata di lingkar bandara,” demikian Kamaruddin. np

Berita Terkait

Leave a Reply