Oknum Perangkat Desa Diduga Palsukan Adminduk, Puluhan Pemuda Gagal Hearing

  • Whatsapp
Ketua BPD Berhalangan Hadir, Kasi Pemerintahan dan Salah Satu Anggota BPD Terima Puluhan Pemuda Desa Jerowaru Yang Gagal Menyampaikan Aspirasinya./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Puluhan pemuda Desa Jerowaru yang tergabung dalam Pemuda MP-Three Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, merasa kecewa karena gagal hearing terkait dugaan pemalsuan dokumen/administrasi kependudukan yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat Desa.

Puluhan pemuda mengaku kecewa dengan perlakuan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tidak hadir menemui mereka dan lebih mementingkan undangan lain yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan BPD, kendati pemuda sudah melayangkan surat secara resmi.

Hal itu diutarakan Ketua Pemuda MP-Three Jerowaru, Geger Arif Budiman, ia menilai BPD dalam hal ini harus lebih profesional dan menghargai pemuda, sebab secara prosedural pihaknya sudah bersurat terkait kegiatan hari ini.

“Kami sangat kecewa dengan sikap BPD karena tidak mengindahkan surat permohonan hearing kami, jika tidak siap hari ini, seharusnya BPD memberikan surat balasan kepada kami supaya kami bisa mengatur waktu, sehingga kami merasa lebih dihargai dan tidak merasa diabaikan,“ katanya, Selasa, 24 Agustus 2021.

Sepertinya ketua BPD lupa kalau kita adalah negara demokrasi yang seharusnya paham soal administrasi, lanjutnya, sehingga pemberitahuan pembatalan hearing hari ini disampaikan secara lisan melalui sambungan ponsel.

Baca Juga

“Seharusnya BPD itu harus membalas surat kami dengan surat juga, bukan via telephone. Saya merasa bahwa BPD perlu untuk diberikan pelatihan tentang administrasi lagi biar lebih paham,“ ujarnya, kecewa.

Menurutnya, peran dan fungsi BPD sebagai perwakilan untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat belum dijalankan sepenuhnya, terlebih lagi fungsi pengawasannya dalam hal ini, karena kasus yang mencuat hari ini merupakan tugas BPD.

“Lebih baik ketua BPD mundur saja kalau tidak bisa menjalankan tugasnya, padahal dalam surat yang kami kirim, disana sudah jelas poin yang ingin kami pertanyakan,“ tandasnya.

Menyikapi hal itu, ketua BPD Desa Jerowaru, M. Bawani yang dihubungi media ini melalui saluran telephone mengatakan, ketidak hadirannya hari ini karena diwaktu yang bersamaan ia berada di Selong untuk menghadiri undangan dari Dinas PUPR Provinsi yang tidak bisa diwakili.

“Tadi saya hadiri undangan yang tidak bisa diwakili dari Dinas PUPR Provinsi dan terkait dengan surat dari pemuda itu, sampai hari ini belum saya terima. Tapi tidak apa-apa, walaupun tidak ada surat yang saya terima namun kami sudah tahu tujuannya,“ ungkapnya.

Bawani juga menyebut, dirinya sudah membangun komunikasi dengan ketua Pemuda MP-Three untuk mengklarifikasi persoalan hari ini dan jadwal hearing sudah disepakati untuk dilakukan besok hari Rabu, 25 Agustus 2021.

Disinggung tentang persoalan yang ingin disampaikan oleh pemuda, ketua BPD menjelaskan bahwa ada persoalan pada penyaluran bantuan sosial yang ada di Desa, seperti RTLH, BLT dan BST.

“Terkait hal itu, kami dari BPD memang jarang dilibatkan sehingga pengetahuan kami tentang hal ini tidak banyak. Tapi masih banyak hal yang perlu kita komunikasikan aktif dengan pemuda yang memang memiliki pemikiran yang merang eras (sasak, red) dan itu sangat bagus,“ tutupnya.

Sebelumnya, permasalahan yang memicu pemuda untuk hearing bermula dari postingan di media sosial Facebook yang memperlihatkan dua gambar kartu keluarga salah satu warga penerima BST yang berbeda jumlah anggota keluarganya.

Berawal dari itu, pemuda mengarahkan kecurigaannya kepada salah satu oknum perangkat Desa yang disebut oleh pemilik KK yang asli sebagai pembuat KK palsu, untuk persyaratan pencairan BST di Kantor POS. np

Berita Terkait

Leave a Reply