Merasakan Indahnya Perjuangan Perih Serdadu Bakti Husada

  • Whatsapp
Foto : Perjuangan Tenaga Kesehatan Dalam Menjalankan Tugas Merawat Pasien Yang Terpapar Virus Covid-19./ www.ntbpos.com /Suandi Yusuf

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Sejak virus covid-19 menyerang negara berlambang garuda, pasukan pertama yang menjadi garda terdepan adalah Tenaga Kesehatan (Nakes) / medis. Demi menjaga keselamatan jiwa warga negara, mereka harus siap berjalan seperti robot yang menyerupai astronot.

Dengan berbalut pakaian yang tak terpajang di toko busana, ia harus rela berkeringat seperti orang terapi sauna. Meninggalkan sanak keluarga, berjuang dengan pertaruhan nyawa untuk menyelamatkan banyak jiwa, karena hanya dialah seorang kesatria yang didaulat memegang mandat.

Getirnya perjuangan yang diterima kadang membuatnya dilema, meskipun letih hati dan lelah raganya tak kasat mata, namun tanggung jawabnya harus tetap terlaksana.

Tiada hari tanpa suara serine ambulan, menjemput penderita yang terpapar virus corona, Hilir mudik silih berganti, berlari mendorong ranjang beroda di lorong rumah mewah bertingkat yang berlambang bakti husada.

Di dalam rumah itu mereka menutup rasa khawatir dengan pelindung diri, wajah lelah tersembunyi dibalik masker. Membangun suasana tenang, bagi mereka adalah tugas utama.

Baca Juga

Demi menjaga pasien tanpa keluarga, merekapun rela tak pulang dari pagi hingga petang. Bukannya tak rindu senyum si kecil, tidak pula bosan dengan masakan mama, apalagi jenuh dengan sambutan hangat istri, tapi mereka harus tetap menjaga keselamatan orang-orang yang dikasihi.

Hingga waktu yang tak tentu, mereka merasa riang saat pimpinan mengizinkannya pulang. Kebersihan diri harus pasti, sebelum bertemu anak istri yang sudah lama menahan rasa cemas berbalut rindu.

Wabah datang kian pesat, mereka kembali dipanggil membaktikan tenaganya. Sungguh perjuangan yang menguras air mata, terus bekerja saat yang lain di rumah saja. Menunggu di ruang instalasi, merawat dan melayani pasien ke setiap ruang isolasi, sungguh perjuangan yang luar biasa, namun terkadang banyak masyarakat belum sadar dengan bahaya virus corona.

Imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja kadang tak bermakna, namun karena tekad kuat menyelamatkan bumi patuh karya para penguasa dibantu aparat penegak perda, sinergi bersama polisi dan Tentara membuat kita semua bisa bernafas lega.

Kita hampir merdeka dari virus corona, meski begitu para pahlawan pandemi harus terus berjuang. Doa dan harapan harus terus kita panjatkan untuk mengiringi perjuangan mereka yang dianggap hanya fatamorgana.

Corona melandai, vaksinasi merupakan satu-satunya solusi yang harus segera terealisasi, koordinasi dan sinergi antara TNI/Polri dan Nakes menjadi harga mati. Dengan semangat tinggi, mereka terus mencari penduduk negeri.

Tidak ada pilihan untuk memenangkan perjuangan panjang selama ini, selain harus membentuk herd immunity. Membuka destinasi, kembali mendidik anak negeri, membangkitkan setiap sendi ekonomi menjadi hal yang sangat dinanti-nanti untuk bisa menjalani hidup baru pasca pandemi.

Bupati H. Sukiman Azmy mendapatkan Apresiasi pada rapat evaluasi karena Lombok Timur dalam upaya percepatan vaksinasi berhasil menyelesaikan lebih dari seratus ribu dosis vaksin dalam kurun waktu tiga hari.

Atas dasar itu, Bupati berencana tetap menggunakan pola yang sama untuk menyelesaikan target vaksinasi minimal 70% warga Lombok Timur. Pernyataan itu diungkap Bupati pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Provinsi NTB, Senin (25/10) beberapa waktu lalu.

Instruksi Bupati untuk menyukseskan vaksinasi harus dijalani tim vaksinator, sebab garis koordinasi di papan struktur menempatkan mereka sebagai muara dari setiap pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Jika ada vaksinasi, mari kita datangi dan mengikuti kegiatan tersebut. Vaksinasi penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat terwujudnya kekebalan kelompok di daerah ini,“ kata Bupati.

Tim Vaksinator Kecamatan Jerowaru Bersama Petani Saat Akan Menerima Suntik Vaksin di Ladangnya./www.ntbpos.com

Dedikasi tinggi mereka kepada pak Bupati, ditunjukkan dengan ikhlas hati tanpa pernah bertanya berapa komisi untuk sukseskan vaksinasi. Letih langkah kaki menyusuri penjuru desa, mencari jiwa-jiwa yang mereka cinta. Hawa panas aspal dipinggiran padang ilalang menuju pantai kura-kura tak seberapa, menghampiri para petani ditengah ladang yang kadang tak lapang. Merekapun bertanya, Ibu, Bapak, apakah sudah terima dosis pertama ?

“Kami siap melayani anda supaya lebih sehat bekerja, vaksin tidak berbahaya justru dengan vaksin kita saling menjaga supaya ancaman virus tidak akan lagi ada,“ ujar seorang Babinsa sambil memegang pundak sang peladang yang terlihat tegang karena di sampingnya ada Bhabinkamtibmas yang berkumis bengis dan bertubuh kekar menggunakan kaca mata.

Dengan cara yang humanis, tim mengajak para petani di ladang istirahat sejenak, mencari tempat berteduh di bawah pohon akasia, sambil bercanda gurau mecairkan suasana tegang dan panas, para tenaga kesehatan membuka kotak obatnya sambil tertawa karena sang ibu berkata, “dulu kalau di suntik harus buka celana, kok sekarang suntiknya di lengan saja,“ ucapnya polos sambil menyingsingkan lengan bajunya.

Petugas Vaksinator Sedang Menyuntikan Dosis Vaksin Kepada Salah Satu Warga Kecamatan Jerowaru di Ladangnya./www.ntbpos.com

Dosis pertama sudah sukses membentuk herd immunity, higga tanggal 9 Desember 2021, capaian vaksinasi Kabupaten Lombok Timur mencapai 75,92 persen dan 53,81 persen vaksin lansia untuk dosis pertama. Dosis kedua baru tiba diangka 47,02 persen dan 31,50 persen lansia. Sementara untuk kasus pasien positif corona sudah tidak ada lagi sejak 9 November 2021 kemarin.

Kita sudah merdeka karena sudah mengalahkan corona, namun pemerintah meminta kita harus tetap waspada karena rekanan virus corona yang bernama Omicron sedang mencari cara menyerang kita. Data yang ada di Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, kasus Covid-19 dari varian baru virus Corona tercatat sebanyak 4.830 pada 13 November 2021.

Semua jumlah tersebut terdiri dari varian Delta, Beta, dan Alpha yang tersebar di 34 provinsi. Dari jumlah itu, kasus Covid-19 dari varian Delta mendominasi yaitu sebanyak 4.732, lalu Alpha sebanyak 76, dan Beta 22.

Mari hidup sehat gaya baru, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 5M. np

Berita Terkait

Leave a Reply