Mengaku Dipungut Oknum Kanit, Sejumlah Kasek di Montong Gading Siap Bersaksi

  • Whatsapp

Ardian Ansari, Kanit UPTD Dikbud Kecamatan Montong Gading./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR – Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Montong Gading diduga melakukan pungutan liar terhadap 14 Sekolah Dasar Negeri yang mendapatkan Bantuan Dana BOS Afirmasi dan Kinerja pada tahun 2020 lalu.

Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan menyebut bahwa jumlah yang diminta oleh oknum Kanit tersebut sebanyak Rp. 1.200.000., per sekolah.

“Tapi karena tidak menggunakan kwitansi saat transaksi sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa, kadang ada tawar menawar pada saat kita diminta,“ kata sejumlah Kepala Sekolah di Montong Gading kepada www.ntbpos.com, belum lama ini.

Pada saat minta pungutan, oknum tersebut juga diduga mengatasnamakan Pemerintah Daerah, sehingga mereka memberikan sesuai yang diminta.

“Kita sebagai bawahan, mau tidak mau harus mengeluarkan uang itu,“ kata mereka.

Baca Juga

Terkait dengan persalahan itu, sejumlah Kepala Sekolah mengaku siap bersaksi ketika permasalahan itu ditindaklanjuti nantinya.

Menanggapi hal itu, Kanit UPTD Dikbud Kecamatan Motong Gading, Ardian Ansari, membantah tuduhan itu dan mengatakan ada ketidakpuasan kepala sekolah terhadap kepemimpinannya.

Pemotongan dana BOS afirmasi dan kinerja serta tuduhan mengatasnamakan pemerintah daerah, dibantahnya dengan tegas. Menurutnya itu semua hanya isu dan tidak benar.

“Tidak ada pemotongan Dana BOS itu, apalagi mengatasnamakan pemerintah daerah. Nauzubillahiminzalik,“ ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Dikbud Lombok Timur, As’ad mengatakan, permasalah itu sudah lama, bahkan sebelumnya pernah dilakukan klarifikasi di ruangannya, namun oknum tersebut membantah tuduhan itu.

As’ad juga membantah tidak ada keterlibatan pihaknya di Dinas, apalagi memerintahkan oknum ini memintai 14 Sekolah penerima Dana BOS.

“Tidak mungkin dari Pak Kadis, saya dan teman-teman yang lain itu memerintahkan untuk memotong dan mengambil dana itu,“ ucapnya.

Perlu diketahui, lanjutnya, tidak ada pihak Dikbud yang pernah menerima sepeserpun dari kanit Montong Gading, baik dalam bentuk uang atau barang lainnya.

“Kasus ini akan diatensi. Namun ada langkah-langkah yang akan dilalui untuk memprosesnya. Ini bisa dikatakan sudah puncaknya, maka kami akan segera melaporkan ke pimpinan. Bagaimanapun pimpinanlah yang memutuskan,“ jelasnya.

As’ad juga berharap semoga dalam waktu dekat ini, permaslahan tersebut bisa terpecahkan. np

Berita Terkait

Leave a Reply