Derita Keluarga Miskin di Lotim Luput dari Perhatian Pemerintah

  • Whatsapp
Sumar ( 45 ) Warga Dusun Semerang, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, berbaring karena menderita penyakit Paru paru menahun. / Foto : Tim CBR / Ihsan Dharma Santosa

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Warga Dusun Semerang, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Sumar (45), tinggal disebuah rumah berukuran empat kali tiga meter dengan kondisi sangat rapuh. Rumahnya yang tak jauh dari pinggir pantai itu dalam kondisi tidak layak lagi.

Sumar bersama suaminya dan 5 (lima) Orang anaknya yang tergolong masih balita itu, harus tidur dalam kondisi kehujanan maupun kedinginan lantaran hampir semua dinding rumahnya sudah terlepas, dengan beberapa atap yang sudah bolong.

Kondisi Gubuk reot tempat tinggal Sumar dan suaminya Muhir sudah tidak layak dan sangat memprihatinkan. / Foto : Ihsan Dharma Santosa

Ia  menjerit dalam kemiskinan membuatnya hanya bisa pasrah atas kondisi yang dialaminya.

“Mau bagaimana lagi jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja kadang susah,” ujarnya kepada sekretaris Camp Bebas Riba ( CBR ) NTB,  Ihsan Dharma Santosa, Jum’at siang, 25 Oktober 2019.

Pilunya lagi, Sumar lebih dari satu setengah tahun tidak bisa meninggalkan tempat tidurnya ( tikarnya ) karena sakit paru-paru yang dideritanya.

Menurut keterangan suaminya, Muhir (46), sudah dua kali isterinya dibawa ke Puskesmas Jerowaru dan sekali dibawa ke tenaga medis di desa Sukaraja namun tidak ada perkembangan bagi kesehatan isterinya.

“Saat ini saya hanya mampu pasrah karena tidak mampu lagi membawanya berobat karena tidak memiliki biaya”, ujar pria yang bekerja serabutan ini.

Keadaan Sumar terus memburuk, lemas tak berdaya hanya untuk menyentuh air saja nafasnya terlihat sesak dan tertatih. Sumar membutuhkan bantuan secara ekonomi dan kesehatan. Hingga saat ini belum ada Perhatian Pemerintah.

“Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah, saya ingin isteri saya bisa dirawat di rumah sakit, kasihan anak-anak, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jerowaru, L.Samsul Bahri Yusuf saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, membenarkan seorang warga tersebut pernah berobat ke Puskesmas jerowaru kamis kemaren tapi karena kondisinya sudah membaik sehingga dipulangkan sambil menunggu hasil pemeriksaan medis.

” kita pulangkan semntara untuk menunggu hasil pmeriksaan lab sebab pada saat itu kondisinya sudah membaik karena pasien itu masih dalam pantauan pihak puskesmas” jelas kapus jerowaru.

Lebih lanjut dijelaskan terkait kondisi kesehatan yang diderita pasien tersebut, bahwa pasien itu diduga mengidap penyakit yang memang  butuh perhatian khusus oleh karena itu kita menunggu hasil lab. nya untuk dapat perawatan yang lebih intensif.

Kepala Puskesmas juga berharap kepada semua pihak untuk membantu baik dari segi ekonomi dan lainnya untuk sama sama meringankan bebannya.

Disamping itu,  Kisah Sumar tersebut merupakan salah satu potret kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ( NTB ), di tengah melimpahnya dana dari Pemerintah pusat. []

Berita Terkait

Leave a Reply