Melestarikan Warisan Budaya Daerah Lewat Pengarsipan Digital

  • Whatsapp
Ruang Pengarsipan Digital Komunitas Pasir Putih, Lombok Utara./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK UTARA, NTBPOS.com – Era digital turut berperan dalam pengarsipan aset budaya suatu daerah. Dengan teknologi, informasi dan konten aset tersebut disimpan dalam bentuk digital, sehingga dapat dilestarikan secara turun-temurun.

Dengan dukungan Direktoral Jendral (Dirjen) Kebudayaan, program tersebut dapat berjalan hingga dapat mengarsipkan budaya yang merupakan rekaman perjalanan suatu daerah, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

Hal tersebut diungkapkan Muhammad Sibawahi, penanggung jawab program Seniman Pasir Putih, Pengarsipan, dua hari yang lalu saat dikonfirmasi, Senin, 22 November 2021.

Menurut Sibawahi, beberapa arsip budaya sudah terkumpul, namun masih banyak yang tercecer, baik itu koleksi pribadi maupun kelompok karena dalam melakukan pengarsipan membutuhkan waktu lama.

“Banyak jenis budaya yang tercecer selama ini khususnya di KLU, itu yang kami coba kumpulkan kemudian di arsipkan agar dapat diakses publik di masa mendatang,“ ucap Sibawahi.

Baca Juga

Dijelaskannya, bahwa program tersebut merupakan inisiatif seniman pasir putih untuk melestarikan warisan budaya dengan memanfaatkan teknologi saat ini.

Cara pengarsipan yang dilakukan adalah mulai dari produksi dan dengan membuat film seperti lontar. Selanjutnya, arsip dari warga setempat yang tercecer di kumpulkan dalam bentuk pameran kemudian dijelaskan oleh seniman bagaimana arsip itu bekerja. Kemudian, semua itu diarsipkan secara digitalisasi.

“Saya berasumsi bahwa data arsip tersebut sebagai basis pergerakan. Apa yang ingin dilakukan kedepan, misalnya membangun, membuat inisiatif program kebudayaan bersumber dari data yang baik,“ ucapnya.

Dirinya berharap, tahun depan bisa mencoba mengarsipkan subjek-subjek penting seperti seni rupa, film maker dan lain lain yang difokuskan di daerah KLU sementara ini. np

Berita Terkait

Leave a Reply