Maraknya Kasus Begal, LSM RF Pertanyakan Kinerja APH

  • Whatsapp
Gambar : Ilustrasi/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Kasus begal kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Timur, pelaku beraksi di jalan raya jurusan Sakra- Rumbuk, Kecamatan Sakra pada Kamis malam 10 Juni 2021, korbannya kali ini merupakan seorang pelajar atas nama AN (15).

Menurut keterangan yang dihimpun NTBPOS, saat itu korban sedang mengendarai sepeda motornya dari arah Sakra-Rumbuk, tepat di simpang tiga dekat dengan SMPN 1 Sakra, korban berhenti hendak memperbaiki plat nomor kendaraannya yang terjatuh.

Namun tiba-tiba dua orang pelaku datang dari belakang menggunakan sepeda motor mendekati korban dan langsung menodongkan parang kearah leher korban sehingga pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban merek scoopy.

Setelah itu korban melapor ke Polsek Sakra guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Sakra melalui Kasi Humas Polres Lotim, Iptu L. Jaharudin ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan adanya kasus begal yang terjadi di jalan jurusan Sakra-Rumbuk yang menimpa pelajar.

Baca Juga

“Kasusnya masih dalam lidik untuk mengungkap pelaku,” paparnya.

Melihat maraknya kasus kriminal yang akhir-akhir ini terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Timur, ketua LSM Rinjani Foundation, Zainul Muttaqin menyoroti kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) karena beberapa bulan terakhir banyak sekali kasus curanmor yang terjadi di Lombok Timur.

“APH kok terkesan melakukan pembiaran dalam kasus curanmor akhir-akhir ini, ada apa,“ katanya

Zainul juga menyebutkan tindakan begal yang menimpa pelajar di jalan raya Sakra-Rumbuk tersebut merupakan sebuah penghinaan, mengingat lokasi terjadinya pembegalan beberapa meter dari markas Polsek Sakra.

“Ini sudah keterlaluan, begal ini tidak kenal tempat, sampai-sampai keluarga dekat kita tidak berani keluar rumah gara-gara maraknya begal, jarang sekali juga terungkap, kalau seperti ini semakin senang orang menjadi begal,“ ucapnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply