Malam Lailatul Qadar dan Cerita Al-Quran Sebagai Kesayangan Bung Karno

  • Whatsapp
“Pesan Damai Al-Quran dan Lailatul Qadar” yang disiarkan melalui akun Youtube BKNP PDI Perjuangan pada Kamis, 29 April 2021./Istimewa

JAKARTA – Produktivitas-kreativitas, perdamaian dan budaya membaca merupakan inti dari malam lailatul qadar dan juga malam turunnya kitab suci umat Islam, Al-Qur’an. Kitab suci yang seyogyanya dijadikan sumber inspirasi dari semua umat manusia, termasuk Bung Karno yang menjadikan Al-Quran sebagai kesayangan sekaligus sumber inspirasinya.

Hal itu diulas oleh Dr. Muhammad Ulinuha, Dekan Fakutaw Usuludin Institute Ilmu Al-Quran Jakarta dalam bahasan bertajuk “Pesan Damai Al-Quran dan Lailatul Qadar” yang disiarkan melalui akun Youtube BKNP PDI Perjuangan pada Kamis, 29 April 2021.

Dalam acara yang disiarkan saat waktu sahur itu, host Faozan Amar bertanya mulai dari makna lailatul qadar, perbedaannya dengan nuzulul quran, hingga ciri orang yang mendapatkan lailatul qadar.

Ulin yang juga merupakan Peneliti di Pusat Studi Al-Quran Indonesia menjelaskan, salah satu definisi malam lailatul qadar, yaitu perhitungan, di mana Allah SWT menghitung semua amalan serta menentukan nasib umat manusia dan makhluk-makhluknya di malam ini, selama satu tahun sekali malam ini menjadi malam perhitungannya.

“Ada juga definisi lain, bahwa al qadr artinya agung, malam yang agung. Lailah azimah ini malam yang luar biasa karena selain menjadi malam di mana amal dan makhluk manusia dihitung dan ditentukan, malam ini juga al-quran sebagai guidence (penuntun) umat manusia diturunkan kepada Rasullullah” ujar Ulin dalam acara BKN P PDI Perjuangan, badan partai yang dipimpin oleh politisi PDI Perjuangan Aria Bima.

Baca Juga

Lebih lanjut, saat ditanya perbedaan malam lailatul qadar dan malam nuzulul quran, Ulin menjawab bahwa malam lailatul qadar ini proses malamnya, penyebutan keistimewaan malam. Sementara itu, nuzulul quran ini proses turunnya al-quran di mana pada malam ini di Gua Hira Rasulullah untuk pertama kalinya diturunkan 5 ayat Al-Quran dari surat Al-Alaq.

“Dalam berbagai riwayat diceritakan bahwa ciri-cirinya malam lailatul qadar itu pada 10 hari terakhir bulan ramadhan, karena di saat itu Rasulullah begitu serius (meningkatkan) ibadahnya, khususnya ibadah malamnya, yaitu dengan salat malam, tadarus, membangunkan seluruh keluarganya. Jadi di 10 hari terakhir itu benar benar dicari oleh Rasulullah,” terang Ulin.

“Bahkan di beberapa hadis yang lain ada juga yang menyebutkan spesifik yaitu di malam 21,23, ganjil malam ganjil di 10 hari terakhir. Dalam hadis muslim yang lain juga diceritakan tanda alamnya yaitu malamnya sejuk, dan di pagi harinya juga matahari terbit namun panasnya tidak terlalu menyengat, tetap sejuk,” lanjut Ulin.

Adapun menurut Ulin ciri orang-orang yang mendapatkan malam lailatul qadar, yaitu mereka yang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Contohnya, sebelumnya malas membaca menjadi rajin, sebelumnya tidak cinta negara menjadi cinta negara, dan lain-lain. Selain itu, mereka akan lebih tenang, tidak mudah galau dalam menjalani hidup.

Ihwal Al-Quran sebagai sumber inspirasi umat, Ulin mencontohkan bagaimana Bung Karno, salah satu founding fathers bangsa Indonesia menjadikan Al-Quran sebagai kesayangannya yang dibawa setiap beliau berpergian kemanapun. Beberapa kejadian luar biasa dialami Bung Karno dalam interaksinya dengan Al-Quran.

Hal itu misalnya diceritakan saat ditawan Belanda, Bung Karno diancam atau mendapat info akan ditembak, untuk menentramkan batinnya beliau membaca surat Al-An’am ayat 117 yang intinya bahwa Allah adalah zat yang maha mengetahui mana hambanya yang tersesat dan dan mana hambanya yang mendapat petunjuk. Setelah membaca surat itu bung Karno tidak bingung dan panik, namun justru dapat tidur dengan tenang.

“Pada tahun 60 di sidang PBB luar biasa sekali bung karno mengutip surat al hujarat ayat 13 yang menjelaskan bahwa allah swt menciptakan makhluknya dengan berbeda-beda, bermacam suku bangsa ras, sehingga harusnya umat manusia saling mengenal satu sama lain dan saling mengisi kekurangannya satu sama lain. Dalam setiap pidatonya yang luar biasa saya yakin bung karno selalu mengambil inspirasinya dari al quran,” pungkas Ulin dalam acara Inspirasi Sahur yang tayang setiap pukul 03.00 WIB di channel youtube bknp pdiperjuangan. np

Berita Terkait

Leave a Reply