Lotim Zona Orange, Sekda Ingatkan Tetap Meningkatkan Kewaspadaan

  • Whatsapp
H. M. Juaini Taofik, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Sejak 17 Juni 2021 lalu, Kabupaten Lombok Timur bergeser dari zona kuning menjadi zona orange. Meskipun secara statistik tidak ada lonjakan kasus covid-19. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Lombok Timur H. M. Juaini Taofik.

Ia mengatakan, akibat pergeseran itu harus meningkatkan kewaspadaan semua elemen. Dirinya mengimbau dan mengingatkan kepada masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan supaya tidak seperti di negara eropa yang sudah memiliki ribuan kasus terkait covid-19.

“Apapun yang kita lakukan harus tetap menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid, terlebih dengan telah masuknya varian baru virus covid-19 di Indonesia,” tegasnya.

Pada acara Media Gathering dan Perkenalan Laman tanggapcovid.id yang digelar Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) pada Kamis (17/6) tersebut, Juaini memaparkan pula kondisi terakhir kasus covid-19 di Lombok Timur.

Sekda menyebut angka kesembuhan di kabupaten Lombok Timur mencapai 96.70%, sementara angka kematian mencapai 2.93%.

Baca Juga

Terkait vaksin, Sekda menyampaikan progres vaksinasi di Lombok Timur yang sudah berjalan sesuai prioritas yang telah ditetapkan pemerintah dan WHO.

“Sudah dilakukan vaksinasi bagi para pelayan publik seperti tenaga Kesehatan, PNS dan Guru serta kelompok rentan lansia,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dilihat dari target vaksinasi yaitu masyarakat berusia di atas 18 tahun baru persentasenya masih kecil karena itu masih dibutuhkan kolaborasi semua pihak, apalagi mengingat yang harus mendapat perhatian di bidang kesehatan tidak saja covid-19, tetapi ada persoalan-persoalan lain yang butuh segera ditangani.

Keberadaan laman tanggapcovid.id diharapkan Sekda dapat memberikan informasi valid yang mampu mengubah sikap dan prilaku masyarakat menghadapi pandemi covid-19 yang belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19 Lombok Timur, Dinas Kominfo dan Persandian, Mahasiswa, serta Lembaga Swadaya Masyarakat yang fokus di bidang kesehatan. np

Berita Terkait

Leave a Reply