Lima Orang Warga Aikmel Diamankan Satresnarkoba Polres Lotim

  • Whatsapp
Terduga Pelaku Pengedar Sabu saat Diamankan Beserta Barang Bukti./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu, 5 orang warga Kecamatan Aikmel diamankan Tim Satresnarkoba Polres Lombok Timur.

Lima orang tersebut diantaranya, RP (21), KS (23) dan S (41) asal Desa Batu Belek Kecamatan Aikmel, sementara JH (30) dan LMR (35) asal Desa Lenek Kecamatan Aikmel.

Kasat Resnarkoba Polres Lotim, IPTU  I Gusti Ngurah Bagus Suputra, membenarkan adanya penggerebekan 5 terduka pengedar sabu tersebut kepada wartawan NTBPOS, Jumat, 25 Juni 2021.

Bagus menuturkan, kelima terduga pelaku digerebek di rumah Roy Palma Hendara yang beralamatkan Dusun Kampung Karya Barat, Desa Batu Belek, Kecamatan Aikmel, pada hari Sabtu,19 Juni 2021.

Berawal dari informasi masyarakat, tim melakukan penggerebekan di rumah RP dan melakukan penggeledahan badan beserta pakaian kelima orang terduga pelaku.

Baca Juga

Hasil penggeledahan, tim menemukan barang bukti berupa satu bungkus berisi kristal bening yang diduga Narkotika Golongan 1 jenis Sabu ukuran besar di sarung milik S dan uang sejumlah Rp 4.600.000 ditemukan pada saku kiri bagian depan celana yang dipakainya.

“Untuk menemukan barang bukti lainnya, tim melakukan penggeledahan rumah atau tempat tertutup lainnya milik RP,“ ucapnya,

Alhasil, tim menemukan barang bukti berupa 4 bungkus plastik sedang berisi kristal bening diduga Narkotika golongan 1 jenis sabu, 1 bungkus plastik kecil berisi kristal bening diduga Narkotika Golongan 1 jenis sabu.

Selain itu, lanjutnya, 1 buah timbangan digital, 2 buah korek api gas, 1 gunting, 6 unit Hp Android, 5 unit Hp kecil di ruang tamu rumah milik RP.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti tersebut dibawa ke Polres Lotim guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Ia menambahkan, terduga melanggar Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) Sub Pasal 127 ayat (1) Huruf a, UU RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Ancaman hukuman dapat di pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Pidana denda maksimal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sepuluh miliar rupiah ditambah sepertiga. np

Berita Terkait

Leave a Reply