Kunjungi Lotim, Menkop dan UKM Siapkan Rp. 350 Triliun Untuk UMKM

  • Whatsapp
Teten Masduki (berdiri), Menteri Koperasi dan UKM, Saat Kunker di Lombok Timur./ Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy menyambut kedatangan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki beserta rombongan di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Sabtu, 20 November 2021.

Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan bahwa Lombok Timur merupakan daerah yang cukup menjanjikan dengan beragam potensi yang dimiliki seperti Gunung Rinjani, Pantai dan laut yang indah serta lahan pertanian yang cukup luas sehingga pelaku UMKM tumbuh dari berbagai sektor.

“Kita memiliki 541 Koperasi di Lombok Timur yang terdaftar secara online di data pusat, namun karena beragam persoalan sehingga hanya 293 yang masih aktif sampai hari ini,“ paparnya.

Bupati juga melaporkan bahwa Lombok Timur memiliki 21 ribu lebih UKM yang bergerak di berbagai sektor, sehingga roda perekonomian masyarakat di tengah pandemi, masih terus berputar.

“Alhamdulillah, perekonomian masyarakat kami tetap berjalan meskipun di tengah pandemi, karena tidak hanya fokus pada pariwisata saja, melainkan masih ada sektor Pertanian, Perikanan dan Peternakan,“ jelasnya.

Baca Juga

Selain itu, Sukiman memperkenalkan bahwa Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru merupakan penghasil lobster budidaya terbaik di indonesia, sehingga salah satu mantan Menteri Kelautan dan Perikanan menyebut teluk Ekas sebagai surganya budidaya lobster.

Sementara itu, beberapa perwakilan masyarakat pesisir meminta kepada Menteri supaya diberikan bantuan dana maupun peralatan untuk kebutuhan budidaya, baik itu lobster, garam maupun rumput laut.

Selanjutnya, biaya sertifikasi halal yang cukup mahal serta pengurusan izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menjadi kendala masyarakat karena tidak bisa melakukan pemasaran hasil budidaya secara lebih luas. Dalam hal tersebut, dibutuhkan peran serta pemerintah.

Menjawab kegelisahan masyarakat, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengingatkan para pembudidaya untuk memanfaatkan secara maksimal fungsi dan peran Koperasi sebagai wadah untuk menampung hasil budidaya.

Menurutnya, jika koperasi dikelola dengan baik, maka hasil budidaya masyarakat akan terserap maksimal. Dengan begitu, pembudidaya bisa fokus mengembangkan hasilnya karena koperasi sebagai off taker, nantinya akan melakukan pemasaran.

“Untuk membantu masyarakat pembudidaya dalam mengembangkan usahanya, tahun ini kita sudah anggarkan Rp. 285 triliun untuk dana KUR, tahun lalu hanya Rp. 190 triliun dan untuk tahun 2022 sebanyak Rp. 350 triliun sudah kita siapkan,“ ujarnya.

Sedangkan untuk meningkatkan usaha mikro kecil menjadi kelas menengah, pihak Kementerian sedang menggodok anggaran sehingga porsi kredit perbankan bagi UMKM akan terus ditingkatkan mencapai 20 miliar rupiah. Saat ini hanya bisa mengajukan pinjaman maksimal 500 juta. np

Berita Terkait

Leave a Reply