KKS Warga Asal Pringgabaya Diduga Masih Aktif Meski Sudah Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Andi Odang, Pendamping PKH Kecamatan Pringgabaya (kiri) dan Sulton, Warga Desa Batuyang, Pringgabaya. / Foto : Unra/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Almarhumah Inaq Makrah ( Makrah ), warga Dusun Bagek Longgek, Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, diduga masih terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT.

Sulton, anak dari KPM tersebut menduga bahwa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik almarhumah ibunya masih aktif dan dimanfaatkan oleh pengurus PKH.

Dugaan Sulton timbul sejak meninggalnya ibunya pada akhir tahun 2020 lalu. Sementara salah satu pendamping PKH di Kecamatan Pringgabaya mengatakan kalau KKS almarhumah ibunya sudah di blokir dan tidak mendapat bantuan PKH dan BPNT lagi.

“Faktanya, setiap pencairan tahun 2021, KKS  milik almarhumah masih dipinjam, entah digunakan untuk apa,“ tutur Sulton, kepada media ini, Kamis, 13 Januari 2022.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, setalah setahun ibunya meninggal, sudah tiga kali pendamping PKH dan kader mendatangi dirinya untuk meminjam KKS dan buku rekening milik almarhumah ibunya. Berbagai alasan digunakan demi mendapatkan KKS tersebut.

Baca Juga

“Mereka datang ke rumah sudah tiga kali, terakhir kemarin ini, alasannya untuk menyinkronkan kartunya, nama dobel dan lain-lain,“ tuturnya.

Dengan demikian, dirinya mencurigai KKS ibunya masih aktif dan dimanfaatkan oleh oknum pendamping PKH Kecamatan Pringgabaya yang tidak bertanggung jawab.

“Saya pernah menanyakan masih aktif apa enggaknya waktu mereka datang minjam itu, tetapi tidak ada kejelasan pasti“ ujarnya.

Dirinya berharap, semoga kartu KKS milik ibunya tidak disalahgunakan karena ibunya sudah meninggal setahun yang lalu. “Kasian ibu saya yang sudah meninggal ini,“ imbuhnya.

Sementara Koordinator Kecamatan PKH Pringgabaya, Andi Odang, saat dikonfirmasi menjelaskan, di dalam sistem PKH, secara graduasi alami dikeluarkan dari sistem oleh orang pusat ketika sudah dilaporkan KPM yang sudah meninggal.

“Maksud ketua kelompok atau kader yang meminta KKS nya itu, mau di cek. Siapa tahu masih ada bantuan sosial yang lain masuk,“ ujarnya.

Dijelaskan Andi, jika pihak keluarga curiga mengenai keaktifan KKS yang disangka disalahgunakan, dapat dilakukan pengecekan melalui rekening koran. Rekening koran tersebut dapat di cetak dari Bank terkait.

“Rekening koran itu dapat dicetak di Bank BRI. Itu tergantung permintaan kita, apakah jangka waktu setahun, dua tahun dan seterusnya,“ ujarnya.

Lanjut Andi, melalui rekening koran dapat dilihat apakah yang bersangkutan mendapatkan bantuan seperti yang di curigai tersebut. Disitu dapat dilihat dicairkan di mana, siapa yang mencairkan dan kapan.

Dijelaskannya, Inaq Makrah semasih hidup mendapatkan bantuan PKH dan BPNT kategori lansia. Setelah dilakukan pengecekan baru ini, ternyata sudah di nonaktifkan untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Ini langsung kami cek, terlihat di sistem sudah tidak terdaftar lagi sebagai KPM sejak meninggal,“ Imbuhnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply