KIS Anda Terblokir ? Ini penyebab dan Solusinya

  • Whatsapp
Jumadil, Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga, Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Terblokirnya Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimiliki masyarakat kurang mampu khususnya di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) disebabkan karena tidak memiliki ID
Semesta atau Universal health Coverage (UHC) dari Kementrian Sosial.

Sedangkan syarat mendapatkan ID Semesta, Adminduk peserta KIS terbaca secara online dan data-data peserta sudah dimasukkan ke sistem SIKS-NG oleh pemerintah Desa.

Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Sosial melalui Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga, Jumadil. Penyebab terblokirnya KIS tersebut adalah adminduk masyarakat belum terbaca secara online dan datanya belum dimasukkan ke sistem SIKS-NG di Pemerintah Desa setempat sehingga tidak dapat di baca oleh Kementerian Sosial.

Apa langkah yang bisa di ambil Peserta KIS?

Peserta KIS diharapkan melakukan kroscek kembali ke Puskesmas, UPTPK atau ke BPJS langsung. Tujuannya untuk memastikan status KIS yang dimiliki tersebut.

Baca Juga

Jika Peserta KIS masih aktif, perlu melakukan pengecekan adminduk ke Dinas Dukcapil setempat. Pastikan Adminduk tersebut sudah terbaca secara online. Selanjutnya konfirmasi ke pihak desa untuk dimasukkan data tersebut ke sistem SIKS-NG.

Bagi peserta KIS tidak aktif atau terbelokir, maka langkah selanjutnya adalah dengan mendatangi Dinas Sosial Kabupaten untuk mendapatkan rekomendasi pengaktifan kembali.

Apa syarat peserta KIS layak dan tidaknya di aktifkan kembali ?

Sebelum mendapatkan rekomendasi pengaktifan, ada syarat yang harus di penuhi yaitu belum melebihi enam bulan setelah ditetapkan non aktif. Lebih dari enam bulan maka tidak dapat diaktifkan kembali.

Bagi peserta memenuhi syarat tersebut, maka akan mendapatkan surat rekomendasi pengaktifan kembali. Selanjutnya di bawa ke BPJS untuk melakukan pengaktifan.

Peserta KIS yang sudah diaktifkan tadi, harus melakukan kroscek kembali ke Dukcapil setempat untuk memastikan Adminduk sudah terbaca secara online.

Langkah selanjutnya, konfirmasi ke kantor Desa setempat untuk dimasukkan data Adminduk tersebut ke sistem SIKS-NG. Data yang sudah dimasukkan kemudian dikirim ke pusat untuk mendapatkan ID Semesta.

Peserta KIS yang memiliki ID semesta tidak akan terjadi pemblokiran atau penonaktifan kepesertaan KIS lagi.

Sedangkan peserta yang tidak memenuhi syarat, tidak dapat rekomendasi pengaktifan. Namun dapat melakukan pengajuan kembali sebagai peserta KIS melalui prosedur yang sudah ditetapkan.

ID Semesta/DTKS merupakan data terpadu kesejahteraan sosial yang meliputi pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial. sedangkan SIKS-NG merupakan sistem pengelolaan data yang dikembangkan oleh Pusdatin Kementrian Sosial. np

Berita Terkait

Leave a Reply