Kemunculan Buaya di Teluk Jukung, Nelayan 2 Desa di Jerowaru Takut Melaut

  • Whatsapp
Seekor Buaya Berukuran Besar yang Berhasil Direkam Oleh Dedi, Nelayan Asal Gili Re, Desa Pare Mas di Sekitar Gili Krate./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR – Kemunculan seekor buaya berukuran besar dengan panjang sekitar 5 meter di perairan teluk Jukung, Kecamatan Jerowaru meresahkan nelayan dan warga sekitar yang sehari-hari beraktivitas di laut.

Dalam seminggu terakhir, buaya tersebut sudah lebih dari 3 kali ditemukan nelayan di perairan teluk jukung pada lokasi yang berbeda.

Video kemunculan buaya di perairan teluk jukung, pertama kali terekam kamera warga pada malam hari, seperti yang diunggah akun Facebook Ondy SA sekitar 2 hari yang lalu dan sudah 61 kali dibagikan.

Keesokan harinya, binatang predator tersebut kembali menampakkan dirinya di lokasi yang berbeda dan beberapa kali ditemukan nelayan disekitar Keramba Jaring Apung (KJA) budidaya Lobster yang berada di Telong-elong Desa Jerowaru dan Desa Pare Mas.

Mendapat informasi yang meresahkan warga itu, wartawan media ini mencoba mendalami dengan menghubungi beberapa warga yang pernah melihat secara langsung.

Baca Juga
Video Kemunculan Buaya Yang Diunggah ke Media Sosial Facebook.

Salah satunya nelayan asal Gili Re Desa Pare Mas, Dedi menuturkan, dirinya melihat secara langsung hewan reptil bertubuh besar itu di dekat Gili Krate saat akan menangkap ikan menggunakan kodong (Bubu).

“Sebelum saya mengambil video menggunakan Hp, saya sempat kaget saat pertama kali melihatnya berenang di permukaan karena ukurannya cukup besar, warnanya hitam dan panjang sekitar 5 meter, “ tutur Dedi saat dihubungi wartawan www.ntbpos.com, Selasa, 14 September 2021.

Dedi berharap kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan karena sudah sangat menghawatirkan. Dirinya bersama nelayan lain mengaku takut untuk melaut karena sudah banyak nelayan yang melihat secara langsung.

Tidak hanya Dedi, pengalaman yang sama juga diceritan Ahmad Junaidi (31), nelayan asal Telong-elong Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru, pada Sabtu malam, (11/9) melihat buaya dengan ukuran yang sebelumnya ditemukan Dedi di Gili Krate saat dirinya hendak menuju keramba budidaya Lobster miliknya yang tidak jauh dari rumahnya.

“Malam itu sekitar pukul 17.30 wita, saya bersama kakak mau ke keramba. Dalam perjalanan, cahaya senter yang dibawa kakak itu mengarah ke mata buaya itu, awalnya kami kira kayu namun setelah dilihat lebih dekat, matanya menyala dan ternyata itu buaya yang cukup besar,“ katanya.

Beruntung malam itu, Amat sapaan akrabnya, menggunakan mesin speed boat sehingga dengan cepat menghidupkan mesin kemudian berbalik arah dan memilih pulang karena takut dengan hewan buas yang saat itu jaraknya tidak terlalu jauh dengan perahu yang digunakan.

“Terakhir saya dapat informasi bahwa seorang warga dari Dusun Jor yang sedang melintas, melihat buaya menjemur kepalanya diatas salah satu keramba milik warga, kalau tidak salah keramba yang posisinya paling barat itu milik salah satu warga Jerowaru,“ jelasnya.

Melihat kondisi yang dirasakan warga cukup mencekam tersebut, Amat langsung menghubungi Kepala Dusun Telong-elong untuk segera meminta bantuan aparat atau pemerintah terkait supaya nelayan merasa aman saat sedang mencari nafkah di laut.

Sementara itu, Kapolsek Jerowaru IPDA Abd. Rasyid saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan terkait kemunculan buaya yang meresahkan warga tersebut.

“Sejauh ini kami belum menerima informasi, hari ini saya langsung perintahkan Polmas untuk mendalami informasi ini, karena tahun 2020 lalu juga ada laporan kejadian yang sama terkait kemunculan buaya di sekitar keramba warga namun saat selama kami melakukan patroli, tidak pernah melihatnya,“ ujar Rasyid.

Meski demikian, terkait informasi yang beredar saat ini pihaknya akan segera berkoordinasi untuk memastikan kebenarannya sehingga bisa mengambil langkah selanjutnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply