Kejati NTB Tetapkan 12 Orang Tersangka 3 Perkara Kasus Korupsi

  • Whatsapp
Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi NTB, Dedi Irawan, S. H, M. H. / Foto: Istimewa/www.ntbpos.com

MATARAM, NTBPOS.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB), Tomo, SH menadatangani Surat Perintah Penetapan Tersangka kasus korupsi.

Sebanyak 12 orang tersangka dalam kasus korupsi dari 3 perkara korupsi yang telah ditingkatkan pada tahap penyidikan pertengahan tahun ini

Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi NTB, Dedi Irawan SH, MH melalui keterangan tertulis, Kamis 23 September 2021 mengatakan penandatangan penetapan tersangka itu dilakukan pada Rabu, (22/9), setelah Team Penyidik Pidsus Kejati NTB melakukan Ekspose Perkara dihadapan unsur pimpinan Kejati NTB pada Selasa, 21 September 2021 kemarin.

Ketiga perkara yang ditetapkan tersangka itu kata Dedi Irawan adalah Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada rehabilitasi Gedung Asrama Haji Tahun Anggaran 2019 dengan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangam Negara sebesar Rp. 2. 651. 636. 702,.

Kasus kedua tambah Dedi Irawan yakni Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang Operasi dan ICU pada RSUD Lombok Utara Tahun 2019 dengan perhitungan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 1. 757. 522. 230,33.

Baca Juga

Sementara, kasus yang ketiga kata dia yakni, Dugaan korupsi dan Penyimpangan Pembangunan Penambahan Ruang IGD dan ICU RSUD Lombok Utara dengan perhitungan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 742. 757. 112, 79.

Masing-masing tersangka yang telah ditetapkan dalam perkara tersebut yakni untuk Perkara Dugaan Korupsi pada Rehabilitasi Gedung Asrama Haji Embarkasi Lombok Tahun Anggaran 2019 terdiri dari 3 (tiga) orang Tersangka.

”Ada tiga tersangkat dalam kasus rehabilitasi gedung Embarkasi Haji Lombok,” ujarnya.

Adapun ketiga tersangka itu yakni AAF selaku Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Tahun 2019, DEK selaku Direktur CV. Kerta Agung dan WSB, wiraswasta.

Sementara Tersangka pada Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang Operasi dan ICU RSUD Kabupaten Lombok Utara Tahun 2019 lanjut Dedi yakni terdiri dari 4 orang tersangka, masing-masing dengan inisial, SH, selaku Direktur RSUD KLU, EB, selaku PPK pada Dikes KLU, DT, selaku Kuasa Direktur PT. Apromegatama. (Penyedia) dan DD, selaku Direktur CV. Cipta Pandu Utama ( Konsultan Pengawas).

Tersangka lain pada Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang IGD dan ICU RSUD KLU juga kata Dedi Irawan ditetapkan 5 orang Tersangka dengan inisial sebagai berikut , SH, selaku Direktur RSUD KLU, HZ, selaku PPK pada RSUD KLU, MR, selaku Kuasa PT. Bataraguru (Penyedia), LFH, selaku Direktur CV. Indomulya Consultant (Konsultan Pengawas) dan DKF, selaku Staf Ahli CV. Indo Mulya Consultant.

Dengan telah ditetapkannya tersangka pada ketiga perkara korupsi tersebut jelas Dedi Irawan, maka tahapan selanjutnya team Penyidik Pidsus Kejati NTB akan melakukan pemeriksaan Tersangka tersebut mulai pekan depan beserta tindakan penyidikan lainnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply