Kecewa, Sayyid dan Haerul Maksum Diduga Provokasi Bekas PAC

  • Whatsapp

” Haerul Maksum dan Sayyid Mustafa mengaku jadi pengurus DPC, namun tidak pernah aktif. Mereka berulah, berkeliaran memprovokasi bekas PAC diduga ingin mengacaukan Muscab ke VIII DPC PPP Lombok Timur “

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) Lombok Timur , H. Pahrurrozi, S. Sos . Foto : Istimewa

LOMBOK TIMUR – Beredar Rekaman dua oknum Pengurus Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lombok Timur, yang juga seorang Lawyer diduga berniat tidak baik di Musyawarah Cabang ( Muscab ke VIII ) PPP Lotim.

Dalam rekaman yang beredar di grup WhatsApp ‘Fokus Lotim’, dua oknum Pengurus DPC, yakni Haerul Maksum dan Sayyid Mustafa diduga memprovokasi PAC yang telah diberhentikan dan berencana mengacaukan Muscab VIII DPC PPP Lotim .

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PPP Lotim, H. Pahrurrozi kepada wartawan mengatakan suara dalam rekaman yang beredar tersebut sudah jelas dua oknum pengurus DPC modusnya. Mereka berkeliaran, gedor sana gedor sini dan provokasi .

“ Mereka sengaja memprovokasi PAC yang sudah diganti dengan tujuan tidak baik ( ingin mengacaukan Muscab ), seperti suara yang direkaman itu, karena mereka kecewa, ” ungkap Pahrurozi kepada wartawan, Ahad, 20 Juni 2021.

Baca Juga

Dikatakan Pahrurrozi, Sayid dan Haerul Maksum ini juga merupakan pengurus DPC PPP Lotim. Muscab 2019 lalu mereka berdua sangat dekat dengan saya, bahkan menjadi tim saya. Memang agak nyeleneh, barangkali mereka anggap pergantian PAC bisa dijadi perkara untuk mendatangkan uang .

” Sayyid dan Maksum tim saya dulu saat Muscablub DPC PPP tahun 2019. Sangat dekat sekali, awal kecewanya 2 orang ini sama saya, mereka mau digaji sama partai Rp 2 juta perbulan tapi rapat pengurus menolak keinginan mereka,” ungkap Pahrurrozi .

Selain itu, kata dia, Maksum pernah maksa mau pinjam uang tapi saya tidak kasih. ” Ini sudah penyebab keretakan saya sama mereka. Kekecewaan mereka secara pribadi, ” kata Pahrurrozi .

Sementara itu, adanya foto orang-orang yang keberatan soal pemberhentian dari partai tersebut hanya 3 orang yang benar-benar bekas ketua PAC, yakni Kcamatan Selong, Masbagik dan Sakra Timur, yang lainnya itu PAC abal – abal alias palsu.

” Hanya 3 orang bekas PAC yang lainya gak saya kenal, ” jelasnya .

Pahrurozi juga mengatakan alasannya memberhentikan PAC, seperti ketua PAC Kecamatan Terara, kata dia, diberhentikan karena yang bersangkutan telah mendapatkan sertifikasi Guru. dan di Kecamatan Sakra Barat Ketua PAC-nya terjadi dualisme kepengurusan. Sementara, Kecamatan Lenek kepengurusan PAC kosong karena Kecamatan pemekaran dan di Kecamatan Masbagik dilakukan pergantian disebabkan ketua PACnya pada pileg 2019 menjadi tim partai lain.

Sedangkan dari Kecamatan Selong PAC-nya diberhentikan karena yang bersangkutan pindah Partai, dan yang dari Kecamatan Aikmel diberhentikan karna ketua PAC-nya jadi TKI di Malaysia, sementara yang di Kecamatan Sambelia dan Suela diberhentikan karena tidak mengetahui dirinya sebagai ketua PAC.

Kemudian selanjutnya, di Kecamatan Montong Gading diberhemtikan karena PAC nya jadi Satpol PP, dan yang di Kecamatan Labuhan haji dan Kecamatan Suralaga diberhentikan karna masih keluarga adik dari H. Muzani Ketua DPC sebelumnya yag mengundurkan diri karna kasus pemalsuan dokumen keuangan partai.

Kemudian, yang dari Kecamatan Sakra Timur diberhentikan karena PAC-nya membuat kekisruhan dikepengurusan dengan mengajak beberapa PAC melakukan mosi tidak percaya kepada pengurus DPC PPP yang sah.

Pahrurozi menjelaskan, pemberhentian ketua PAC tersebut, sesuai AD/ART partai dan aturan Organisasi. Hasil muktamar 2016 AD/ART partai memberikan kewenangan kepada PH DPC PPP untuk melakukan pergantian atau perbaikan pengurus apabila pengurus dianggap tidak aktif selama tiga bulan.

” Kita mengganti ketua PAC karena yang bersangkutan tidak pernah punya kegiatan apa-apa semenjak jadi pengurus, jangankan kegiatan, diundang rapat saja mereka tidak pernah hadir ,” pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply