Kasus Kekerasan Yang Menimpa Pedagang Pasar Aikmel Diatensi Bupati

  • Whatsapp
Petugas Penarik Retribusi Pasar Aikmel, Miq Acin (paling kiri) Saat Dimintai Keterangan Oleh Kaban Bapenda, M. Azlan (paling kanan)./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Kasus kekerasan yang menimpa seorang Ibu penjual pisang di pasar Aikmel memaksa Pemerintah Daerah melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepala Badan Pendapatan Daerah turun tangan.

Lalu Muhammad Yasin alias Miq Acin (62) memberikan klarifikasi terkait dugaan kekerasan yang dilakukannya terhadap Halimah (55) didengarkan langsung oleh Kepala Disperindag dan Kepala Bapenda, Senin, 31 Mei 2021.

Pada kesempatan itu, Miq Acin menjelaskan bahwa korban ini adalah pedagang tidak tetap atau pedagang lepas. Artinya, ketika barang habis langsung pulang, jika tidak dibuntuti retribusinya maka dia akan kabur tidak membayar.

“Saya datang pukul 03.24 wita, kejadian itu pukul 04.00 wita dan saya melihat sendiri kalau barang dagangannya sudah di bayar oleh pengepul yang mau di bawa ke Sweta,“ ucap Miq Acin.

Dirinya mengaku, saat pedagang tersebut dimintai uang retribusi, pedagang itu beralasan masih terlalu pagi sehingga tidak mau memenuhi permintaannya.

“Apakah subuh-subuh saya bayar karcis,  seperti anda saja punya pasar, inikan pasar pemerintah,“ tuturnya meniru perkataan pedagang tersebut.

Miq Acin juga mengaku bingung dengan jawaban yang diterima, sementara dirinya melihat barang dagangan Halimah sudah habis dan tidak mungkin harus menunggunya sampai siang karena Halimah tidak punya toko.

“Ibu ini ngotot dengan nada keras, sehingga dengan spontan lembaran karcis yang saya pegang di tangan kiri, saya lambaikan dan kena bibirnya,“ ucapnya.

Setelah kejadian itu, Ia pergi namun dikejar sambil diteriaki dan pedagang tersebut minta dibunuh. Disitu dirinya kembali mendorong dan mengenai lehernya.

“Saya merasa tidak pernah mencekik, saya hanya mendorong dan tepat mengenai leher dan bibirnya,“ paparnya.

Meski demikian, ia juga mengaku menyesali perbuatannya dan tidak ada kesengajaan, serta siap bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Jika saya tahu korban terluka, mungkin saya akan bawa dia ke puskesmas untuk berobat tapi saya tidak tahu,“ terangnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Lombok Timur,  Hj. Bq. Isniarti Teguh Sutrisman mengatakan, kehadirannya bersama Kaban Bapeda ke lapangan untuk mencari keterangan dan atas perintah Bupati Lotim,  H. M. Sukiman Azmy .

“Kami diperintahkan turun ke lapangan mendengar penjelasan dari pelaku dan membantu untuk menyelesaikan permasalahan antara petugas penarik retribusi dengan pedagang pasar,“ ungkapnya.

Selanjutnya, setelah mendengarkan penjelasan antara kedua belah pihak, dirinya menyimpulkan bahwa keduanya salah paham. Ia juga menyayangkan permasalah tersebut berlanjut ke ranah hukum, padahal bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sekarang tahap mediasinya di Polsek, kita harapkan dalam proses, mereka bisa saling memberikan maaf,“ harapnya.

Ia juga meminta pelaku agar tidak mengulangi sikap arogannya serta berharap kasus ini sebagai bentuk pelajaran bagi juru pungut retribusi lainnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply