Kasek SDN 3 Montong Betok Laporkan Bendahara UPTD Dikbud Montong Gading

  • Whatsapp
Amat, S. Pd, Kepala Sekolah SDN 3 Montong Betok, Kecamatan Montong Gading./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Mantan Bendahara UPTD Dikbud Kecamatan Montong Gading, MW dilaporkan Amat, Kepala Sekolah SDN 3 Montong Betok, atas tuduhan penggelapan setoran kredit Bank pada bulan April dan Mei 2021 lalu.

Sebelum melapor ke Polsek, dirinya dan MW  pernah di mediasi dua kali oleh Kanit UPTD Dikbud, namun bendahara tersebut tidak pernah hadir.

“Kita tunggu sampai sekarang tidak ada yang datang, katanya MW mau mengganti uang kami,“ ucapnya, Selasa, 21 September 2021.

Selain dirinya, Amat mengaku ada 18 orang  guru dan Kepala Sekolah di Kecamatan Montong Gading yang juga menjadi korban penggelapan uang sejumlah Rp 4.280.000 yang seharusnya disetor untuk pembayaran kredit.

“Tidak hanya saya, tapi kasus yang sama juga dialami oleh 18 rekan-rekan guru dan kepala sekolah yang ada di Kecamatan Montong Gading. Saya sudah ajak 18 orang ini melapor namun tidak ada yang berani,“ ungkapnya.

Baca Juga

Ia menjelaskan, selama ini bendahara UPTD yang sudah diberhentikan karena beberapa kasus itu, mengambil gaji guru di Bank NTB Syariah KCP Paok Motong. Setelah itu ia memotong gaji guru yang memiliki hutang untuk disetorkan ke Bank BRI.

Namun gaji guru yang sudah terpotong tersebut tidak pernah disetorkan langsung. Kasus tersebut terkuak ketika Kanit UPTD mengumpulkan semua guru dan kepala sekolah yang memiliki hutang.

“Saat itu kami cukup kaget ketika kanit menyampaikan bahwa kami belum membayar, padahal dua bulan itu sudah di potong gaji kami. Sempat juga kita mau laporkan waktu itu,“ ucapnya.

Waktu itu, lanjutnya, Kanit UPTD memberikan solusi untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, namun sampai hari ini belum ada kabar maupun i’tikad baik dari MW untuk membayar hutangnya.

Sementara itu, Kapolsek Montong Gading, IPTU Pathul Munir membenarkan sudah menerima laporan dari salah seorang kepala sekolah SDN 3 Montong Betok.

“Kami sudah menerima laporannya tadi. Nanti kami lakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memanggil saksi untuk dimintai keterangan. Selanjutnya akan di tentukan apakah sesuai dengan aduannya,“ tandasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply