Kasat Pol PP Lotim Amankan Kericuhan Warga dan Pemilik Panorama Hotel Ekas

  • Whatsapp
Kasat Pol PP Lotim, H. Sudirman (pegang mik) Saat Memberikan Pemahaman Kepada Warga./ Foto : Istimewa / www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Kericuhan kembali terjadi antara warga di Dusun Ekas, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru dengan pemilik Panorama hotel, Selasa, 25 Januari 2022.

Kericuhan dipicu saat pihak hotel membangun trotoar, sementara di depan Panorama hotel, warga membuat lapak tempat berteduh saat menjemur rumput laut.

Kejadian berawal sekitar pukul 09.00 wita, saat warga Dusun Ekas membuat lapak dari kayu beratapkan dedaunan di pantai depan hotel Panorama. Hal tersebut menyebabkan pihak pemilik panorama keberatan dan sempat terjadi adu mulut sehingga menyulut kemarahan warga.

Kericuhan dapat teratasi sekitar pukul 13.30 Wita, saat Kasat Pol PP Lotim bersama anggota didampingi Camat Jerowaru, Sekdes Ekas, Kanit Reskrim Sektor Jerowaru bersama anggota serta Danramil 04 Keruak Bersama Danposramil Jerowaru bersama melakukan negosiasi mencari solusi.

Pada kesempatan tersebut, meminta Kawil Dusun Ekas, Rumawe sebagai perwakilan warga untuk menyampaikan keluhannya terhadap pemilik Panorama hotel.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, Rumawe menyampaikan keluhan bahwa pemilik hotel, Mr. Mack melarang warga beraktifitas di depan panorama padahal lokasi tersebut merupakan tempat aktifitas warga dan merupakan areal umum.

“Jalan yang dibangunkan trotoar oleh pemilik hotel itu merupakan jalan umum, setelah adanya trotoar itu warga tidak bisa mengangkut peralatan nelayan menggunakan motor karena dilarang oleh pemilik hotel,“ kata Rumawe.

Ia menyebut bahwa pembuatan lapak di depan Panorama merupakan wujud protes atas kekecewaan warga karena pihak panorama susah berbaur dan hanya melakukan apa yang menjadi keinginannya tampa memperhatikan kepentingan warga sekitar.

Sementara itu, Kasat Pol PP Lombok Timur, H. Sudirman meminta kepada warga untuk menjaga stabilitas dan keindahan pantai serta meminta agar bangunan lapak dibongkar dan dipindahkan ke lokasi lain.

“Terkait pembangunan yang dianggap warga merupakan jalan umum tersebut akan dibicarakan kemudian,“ ujarnya.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan bahwa disisi lain, pemilik hotel tidak pernah melarang warga beraktifitas, hanya saja warga diminta untuk tidak membawa motor naik ke jalan yang sudah di paping karena pembangunan trotoar itu menurut pemilik hotel, sudah mendapatkan izin dari Pemerintah. np

Berita Terkait

Leave a Reply